Kasus PLTU Riau-1, Idrus Marham Bakal Divonis Hari Ini

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi terdakwa Idrus Marham saat mendengar kesaksian Direktur Utama PLN Sofyan Basir dalam sidang kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa, 12 Februari 2019. Dalam sidang tersebut, Sofyan mengungkap pernah menolak permintaan Mantan Ketua DPR Setya Novanto yang ingin menggarap proyek pembangunan pembangkit listrik di Pulau Jawa. TEMPO/Imam Sukamto

    Ekspresi terdakwa Idrus Marham saat mendengar kesaksian Direktur Utama PLN Sofyan Basir dalam sidang kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa, 12 Februari 2019. Dalam sidang tersebut, Sofyan mengungkap pernah menolak permintaan Mantan Ketua DPR Setya Novanto yang ingin menggarap proyek pembangunan pembangkit listrik di Pulau Jawa. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Terdakwa perkara suap proyek PLTU Riau-1 Idrus Marham akan menjalani sidang pembacaan vonis. Sidang akan dilaksanakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada Selasa, 23 April 2019.

    Baca: Ditanya Coblos Siapa, Idrus Marham Singgung Serangan Fajar

    Sebelumnya, majelis hakim sempat menunda sidang putusan yang sedianya dilaksanakan pada 16 April 2019. Sidang ditunda karena beberapa anggota majelis hakim mesti pulang kampung untuk mencoblos dalam Pemilu 2019.

    "Kemarin sedianya putusan akan kami bacakan kurang lebih pukul 16.00, tapi ternyata besok itu pemilu, nyoblos," kata Ketua Majelis Hakim Yanto, saat sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa, 16 April 2019.

    Yanto mengatakan dua anggota majelis hakim yang mengadili perkara ini sudah membeli tiket pulang ke kampung halaman untuk mengikuti pemilu. Bila sidang tetap dilaksanakan pukul 16.00, Yanto khawatir jadwal keberangkatan anggotanya tidak terkejar. "Anggota saya yang sebelah ini nyoblos di Kupang, tiketnya (pesawat) jam 4 (sore)," ujar Yanto.

    Karena itu, hakim Yanto memutuskan sidang pembacaan vonis untuk Idrus akan ditunda selama sepekan. Sidang dijadwalkan kembali berlangsung pada 23 April 2019.

    Dalam kasus ini, jaksa KPK menuntut Idrus selaku pelaksana tugas Ketua Umum Partai Golkar dihukum lima tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 4 bulan kurungan. Jaksa menyatakan Idrus terbukti menerima suap Rp 2,25 miliar dari pemilik saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo. Idrus didakwa bersama-sama dengan mantan Wakil Ketua Komisi Energi DPR, Eni Maulani Saragih. Eni merupakan anggota Fraksi Partai Golkar.

    Baca: Pulang Untuk Nyoblos Pemilu 2019, Hakim Tunda Vonis Idrus Marham

    Eni sudah divonis 6 tahun penjara dalam kasus ini, sementara Kotjo divonis 4,5 tahun penjara di tingkat banding. Jaksa menyatakan Kotjo terbukti menyuap Eni Rp 4,75 miliar agar dibantu untuk mendapatkan proyek PLTU Riau-1.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.