Sekjen DPR Sebut Romahurmuziy Masih Terima Gaji Pokok

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Romy menjawab pertanyaan awak media saat bersiap menjalani pemeriksaan, di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 22 Maret 2019. TEMPO/Imam Sukamto

    Mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Romy menjawab pertanyaan awak media saat bersiap menjalani pemeriksaan, di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 22 Maret 2019. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekjen DPR RI Indra Iskandar menyatakan bahwa anggota Komisi XI DPR RI Romahurmuziy alias Rommy masih menerima gaji pokok.

    Baca juga: Kasus Jual Beli Jabatan: Sekjen DPR Jadi Saksi Romahurmuziy

    "Jadi, tetap bahwa basis kami di Sekretariat Jenderal itu pemberian gaji atau penghasilan anggota itu basisnya adalah Keppres. Sejauh belum ada Keppres pemberhentian untuk gaji pokoknya tetep akan diberikan," kata Indra usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Senin, 22 April 2019.

    Untuk diketahui, KPK pada Senin memeriksa Indra sebagai saksi untuk tersangka Romahurmuziy dalam penyidikan kasus suap pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama RI Tahun 2018-2019.

    "Tunjangan kami stop tetapi kalau gaji itu melekat. Sebelum ada Keppres pemberhentian, kami belum bisa memberhentikan gaji pokoknya," ungkap Indra.

    Lebih lanjut, Indra menyatakan bahwa terdapat empat kriteria seorang anggota DPR dapat diganti.

    "Kalau Keppres pemberhentian ada empat hal pertama kalau dipanggil Tuhan karena meninggal, yang kedua karena yang bersangkutan mengundurkan diri. Yang ketiga karena urusan negara terkena hukum 'inkracht'. Keempat itu karena melanggar kode etik dewan," ujar Indra.

    Sementara itu terkait pemeriksaannya, Indra mengaku dikonfirmasi tiga hal oleh penyidik KPK.

    Baca juga: Romahurmuziy Tidak Datang, Sidang Pra Peradilan Ditunda

    "Terkait dengan kasus Pak Rommy, dari penyidik menanyakan soal status keanggotan Pak Rommy. Apakah benar keberadaannya di Komisi XI itu yang pertama," ujar Indra.

    Selanjutnya, lanjut Indra, penyidik menanyakan soal aturan-aturan internal di dewan.

    "Yang kedua berkaitan pertanyaan terhadap menyangkut aturan-aturam internal di dewan. Soal yang ada di dalam tata tertib di dewan," ucap Indra.

    Terakhir, ia mengatakan penyidik KPK menanyakan soal penghasilan resmi dari Romahurmuziy.

    "Yang ketiga pertanyaannya menyangkut penghasilan resmi baik yang bulanan maupun hal-hal lain yang dianggap sebagai penghasilan dewan," tutur Indra.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.