Blak-blakan Lembaga Survei Buka Cara Quick Count

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hasil quick count sementara lembaga survey Indikator di Jawa Barat, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, dan Sumatera Selatan. Quick count dilakukan di kantor Indikator, Jakarta Pusat, Rabu, 27 Juni 2018. TEMPO/Friski Riana

    Hasil quick count sementara lembaga survey Indikator di Jawa Barat, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, dan Sumatera Selatan. Quick count dilakukan di kantor Indikator, Jakarta Pusat, Rabu, 27 Juni 2018. TEMPO/Friski Riana

    2. Merekrut Pengumpul Data

    Setelah menentukan sampel TPS, lembaga survei merekrut enumerator atau orang yang bertugas mengumpulkan data hasil pemilu di setiap TPS yang sudah dipilih. Para pengumpul data tersebut sebelumnya telah dilatih mengenai teknik pengumpulan data beberapa hari sebelum pencoblosan. SMRC menyatakan juga melakukan simulasi untuk memastikan para pengumpul data bekerja dengan baik.

    Simak juga: Prabowo Sebut Quick Count Bohong, Lembaga Survei Angkat Bicara

    Pada hari pencoblosan, para pengumpul data diterjunkan ke TPS yang telah ditentukan. Mereka bertugas mengambil data di TPS, lalu mengirim data itu ke pusat data yang telah dibuat oleh masing-masing lembaga survei melalui aplikasi berbasis Android dan SMS.

    3. Kontrol Kualitas Data

    Untuk memastikan data yang dikirim valid, petugas di data center lembaga survei menelepon para pengumpul data untuk memastikan bahwa mereka benar-benar berada di TPS yang telah ditentukan.

    Baca: PDIP Tantang Kubu Prabowo Adu Data Real Count Pilpres

    Selain itu, lembaga survei juga merekrut spot cheker yang bertugas untuk mengawasi para pengumpul data bekerja dengan benar di lapangan. SMRC dan Indikator menurunkan spot cheker di 10 persen dari jumlah TPS dijadikan sampel.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarif Baru Ojek Online di Tiap Zonasi yang Berlaku 18 Juni 2019

    Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif baru ojek online berdasarkan pembagian zona. Kemehub mengefektifkan regulasi itu pada 18 Juni 2019.