Ketua KPPS Mencoba Bunuh Diri Karena Stres Salah Hitung Suara

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolda Aceh Irjen Pol Rio S Djambak (kiri) berbincang dengan anggota KPPS di TPS terdampak kericuhan amukan massa Pos Lanal Pusong, di Desa Pusong Baru, Lhokseumawe, Aceh, Kamis, 18 April 2019.  Kapolda Aceh melihat langsung kondisi keamanan berangsur kondusif di 9 TPS yang melakukan perhitungan suara lanjutan. ANTARA/Rahmad

    Kapolda Aceh Irjen Pol Rio S Djambak (kiri) berbincang dengan anggota KPPS di TPS terdampak kericuhan amukan massa Pos Lanal Pusong, di Desa Pusong Baru, Lhokseumawe, Aceh, Kamis, 18 April 2019. Kapolda Aceh melihat langsung kondisi keamanan berangsur kondusif di 9 TPS yang melakukan perhitungan suara lanjutan. ANTARA/Rahmad

    TEMPO.CO, Malang - Seorang Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Malang, Jawa Timur mencoba bunuh diri. Ia diduga stres akibat ada selisih suara pada saat proses penghitungan di salah satu Tempat Pemungutan Suara di sana.

    Baca: Pekerjaan Berat, Petugas KPPS Tak Dapat Jaminan Asuransi

    Kepala Kepolisian Resor Malang Kota, Ajun Komisaris Besar Asfuri, mengatakan, korban merupakan Ketua KPPS 07 Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Malang, berinisial SU. Ia melukai perutnya dengan senjata tajam. SU saat ini dirawat di RS Panti Nirmala itu 

    "Pada pukul 09.00 WIB telah terjadi percobaan bunuh diri, yang dilakukan salah satu ketua KPPS di Kelurahan Lesanpuro," ujar Asfuri, saat ditemui di Kantor Kecamatan Lowokwaru, Malang, Sabtu, 20 April 2019.

    Menurut Asfuri, korban ditengarai stres akibat ada selisih dalam penghitungan terkait suara DPD, dan DPRD Malang. Permasalahan itu terus dipikirkan SU, hingga berujung pada percobaan bunuh diri itu.

    Asfuri menjelaskan, korban ditemukan di dalam kamar oleh keluarganya dengan luka tusuk di perutnya. Setelah dinterogasi, SU mengaku kelelahan dan stres akibat selisih suara pada saat penghitungan di TPS 07 Kelurahan Lesanpuro pada pelaksanaan Pemilu 2019.

    "Yang bersangkutan kelelahan dan stres, karena ada selisih dalam penghitungan terkait di suara DPD dan DPRD Kota Malang," ujar Asfuri.

    Pelaksanaan Pemilu serentak pada 17 April 2019, menurut banyak pihak memang terbilang melelahkan. Surat suara di tiap-tiap TPS yang harus dihitung usai pencoblosan memakan waktu yang cukup panjang, dan menguras tenaga sehingga ada kecenderungan konsentrasi terganggu. Ada laporan-laporan tentang petugas TPS yang meninggal setelah bertugas pada hari Pemilu 2019 itu.

    Simak juga: Anggota KPPS di Konawe Keguguran Usai Bertugas

    Banyak TPS yang baru menyelesaikan penghitungan suara di tingkat mereka setelah hampir Kamis dini hari, sementara mereka harus sudah bersiap pada pukul 06.00 waktu setempat.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban, Tersangka, Barang Bukti, dan Lokasi Kerusuhan 22 Mei 2019

    Kerusuhan 22 Mei 2019 di Ibu Kota bermula dari unjuk rasa penolakan hasil pilpres 2019 di depan gedung Bawaslu, Jakarta, sejak sehari sebelumnya.