Pekerjaan Berat, Petugas KPPS Tak Dapat Jaminan Asuransi

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman memberikan arahan kepada peserta apel patroli pengawasan anti politik uang Pemilu 2019 di Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat, 12 April 2019. Apel tersebut dilakukan secara serentak di 514 titik di seluruh Indonesia yang bertujuan untuk mencegah praktik politik uang selama pemilu serentak 2019. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman memberikan arahan kepada peserta apel patroli pengawasan anti politik uang Pemilu 2019 di Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat, 12 April 2019. Apel tersebut dilakukan secara serentak di 514 titik di seluruh Indonesia yang bertujuan untuk mencegah praktik politik uang selama pemilu serentak 2019. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengatakan, petugas Kelompok Penyelenggara Penghitungan Suara (KPPS) tidak mendapatkan perlindungan asuransi dari negara.

    Baca: Petugas KPPS Banyak Meninggal, KPU: Tugas Mereka Banyak dan Berat

    “Sebetulnya sejak awal menyusun anggaran, kami minta ada asuransi. Tapi kan karena berbagai macam, hal itu tidak bisa, maka kami mengusulkan agar bisa diberi santunan,” kata Arief kepada wartawan di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Sabtu, 20 April 2019.

    Saat ini KPU masih mencari alokasi anggaran untuk memberikan santunan kepada korban. Karena, menurutnya, KPU tidak memilki anggaran khusus untuk menyantuni keluarga petugas yang meninggal. “Kami mengusulkan agar bisa diberi santunan. Bisa nggak di dalam komposisi anggaran yang itu, kalau ada, yang meninggal diberi santunan,” katanya.

    Dalam melaksanakan Pemilu 2019, KPU diberi anggaran sebanyak Rp 18 triliun. Anggaran tersebut ditujukan untuk program dukungan manajemen tugas teknis sekitar Rp 14,5 triliun dan program penguatan kelembagaan demokrasi dan perbaikan politik sekitar Rp 3,5 triliun. 

    Terkait banyaknya laporan petugas KPPS yang meninggal dunia saat melaksanakan tugas, Arief menyebutkan, hal tersebut diduga karena faktor kelelahan. Sebab, ia mengatakan, para petugas KPPS bekerja dengan waktu yang tidak tentu, di samping menanggung pekerjaan yang banyak dan berat.

    “Makannya ketika kami memilih itu memang nyari orang-orang yang sehat fisiknya, sehat mentalnya. Karena sehat fisiknya saja juga berisiko kalau orang ditekan kanan-kiri gampang down, enggak bisa,” kata Arief.

    Baca: Anggota KPPS di Konawe Keguguran Usai Bertugas

    Arief belum mendapatkan data jumlah petugas KPPS di daerah yang meninggal. KPU masih menunggu laporan dari KPU di sejumlah daerah. “Belum, nanti kita minta laporan temen-temen di kabupaten/kota,” ujar Arief.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.