Mendagri Berduka: Sejumlah Panitia di TPS Meninggal dalam Tugas

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hasil penghitungan suara di TPS 008 Lembaga Administrasi Negara, Jakarta, 17 April 2019,  menunjukkan keunggulan untuk pasangan nomor 01, Jokowi - Ma'ruf. TPS 008 merupakan lokasi Jokowi mencoblos. TEMPO/Friski Riana

    Hasil penghitungan suara di TPS 008 Lembaga Administrasi Negara, Jakarta, 17 April 2019, menunjukkan keunggulan untuk pasangan nomor 01, Jokowi - Ma'ruf. TPS 008 merupakan lokasi Jokowi mencoblos. TEMPO/Friski Riana

    TEMPO.O, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyampaikan duka citanya untuk petugas di Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dalam tugas. Peristiwa panitia TPS meninggal terjadi di sejumlah tempat.

    Baca berita sebelumnya:
    Satu lagi Panitia di TPS Kabupaten Bogor Meninggal

    "Keluarga besar Kementerian Dalam Negeri dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan memberikan apresiasi setinggi-tingginya untuk para penyelenggara pemilu, petugas KPPS yang telah berjuang menyukseskan agenda besar nasional ini," kata Tjahjo dalam keterangan tertulis, Jumat 19 April 2019

    Ia juga turut mendoakan petugas KPPS yang kini jatuh sakit akibat kelelahan mengawal sejak hari pencoblosan hingga perhitungan suara. Menurut Tjahjo, pekerjaan sebagai penyelenggara pemilu sangat berat dan menguras tenaga. 

    Berdasarkan laporan yang ada, peristiwa panitia pemungutan saura meninggal dalam tugas terjadi di Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, Malang, Tasikmalaya, dan Karawang. Ada yang didahului jatuh pingsan, ada yagn karena serangan jantung, ada juga yang kecelakaan. Seluruhnya bersumber pada dugaan karena kelelahan.

    Baca juga:
    Dua Panitia TPS di Bekasi Meninggal Karena Serangan Jantung dan ...  

    Komisi Pemilihan Umum (KPU) pun berencana memberikan santunan kepada petugas KPPS yang meninggal dan sakit tersebut. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.