Deklarasi Amien Rais, Ketua PBNU Ingatkan Hoax Ratna Sarumpaet

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais memberi sambutan saat peresmian Masjid Nurul Wathan di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Selasa, 16 April 2019. Peresmian masjid itu turut dihadiri Kiai Abdul Rasyid Syafii, Ansufri Idrus Sambo, Salim Segaf Al-Jufri, Sohibul Iman, Djoko Santoso, Fadli Zon, Fahri Hamzah, serta putra sulung musisi Ahmad Dhani, Al-Ghazali. Foto: Istimewa

    Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais memberi sambutan saat peresmian Masjid Nurul Wathan di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Selasa, 16 April 2019. Peresmian masjid itu turut dihadiri Kiai Abdul Rasyid Syafii, Ansufri Idrus Sambo, Salim Segaf Al-Jufri, Sohibul Iman, Djoko Santoso, Fadli Zon, Fahri Hamzah, serta putra sulung musisi Ahmad Dhani, Al-Ghazali. Foto: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyayangkan pernyataan terbaru dari politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais perihal hasil penghitungan suara Pilpres 2019. Pernyataan termuat dalam video yang tersebar di ruang-ruang media sosial tentang deklarasi rencana pelantikan Prabowo-Sandi sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih pada 20 Oktober mendatang.

    Baca juga:
    Soal People Power Amien Rais, Buya Syafii: Enggak Usah Didengar

    Gus Ipul menilai pernyataan Amien Rais yang juga Ketua Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi itu tergesa-gesa. Gus Ipul mengingatkan bahwa KPU masih melakukan proses penghitungan suara real count. Sementara hasil hitung cepat banyak lembaga survei bertolak belakang dengan klaim Amien.

    "Terus terang para kiai juga menyayangkan Pak Amin yang mengeluarkan tergesa-gesa sebelum ada pernyataan Komisi Pemilihan Umum (KPU)," kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Jumat 19 April 2019. Dia menambahkan, "Jangan-jangan nanti keliru lagi seperti kasus Ratna Sarumpaet yang begitu tergesa-gesa ternyata hoax." 

    Terkait video Amien Rais itu, Gus Ipul berharap Ketua Dewan Kehormatan PAN itu bisa segera mengoreksi dan menunggu seluruh proses perhitungan suara secara resmi di KPU. "Sebelum menimbulkan kegaduhan lebih jauh," ujar Gus Ipul.

    Baca juga:
    Massa Syukuran di Rumah Prabowo Diminta Bertahan Meski Hujan

    Keterangan tertulis Gus Ipul juga menyebut adanya pertemuan puluhan Kiai Sepuh se-Jawa Timur, baik pendukung capres 01 maupun 02. Pertemuan dilakukan di rumah Gus Ipul untuk membicarakan permasalahan bangsa pasca pilpres digelar.

    Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais (kiri) selaku saksi berbincang dengan terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet dalam sidang lanjutan di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis, 4 April 2019. ANTARA

    Hadir dalam pertemuan para kiai yakni Pengasuh Pesantren Lirboyo Kediri KH Anwar Manshur dan KH Abdullah Kafabihi; Pengasuh Pesantren Miftachussunnah Surabaya KH Miftahul Ahyar; Pengasuh Pesantren Ploso Kediri, KH Zainuddin Djazuli dan KH Nurul Huda Djazuli; serta Pengasuh Pesantren Sidogiri, Pasuruan KH Nawawi Abdul Djalil.

    Dalam video berdurasi 1 menit 31 detik itu, Amien Rais, Ketua Dewan Kehormatan PAN, mendeklarasikan kemenangan Prabowo-Sandi di Jawa Timur. Menepis hasil hitung cepat banyak lembaga survei, Amien menyebut hasil real count tiga lembaga terakreditasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

    Baca juga:
    Rayakan Kemenangan, Eks 212: Prabowo-Sandi Hanya Perdalam Luka

    Kunggulan Prabowo-Sandi atas Jokowi-Ma'ruf di Jawa Timur bahkan disebutnya sangat meyakinkan karena terjadi di seluruh wilayah provinsi itu. "Sehingga kita Insyalallah 20 Oktober dilantik Prabowo-Sandi, kita bangun kembali negeri ini. Yang salah masuk penjara. Yang tobat diadili tapi tetap hukum ditegakkan," kata Amien Rais.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.