Hoax Pasca Coblosan Pemilu Melonjak, Beberapa Sedang Diselidiki

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi hoax atau hoaks. shutterstock.com

    Ilustrasi hoax atau hoaks. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri, Inspektur Jenderal Mohammad Iqbal, menyatakan bahwa Polri akan menindak tegas segala bentuk berita bohong atau hoax yang diembuskan pasca pencoblosan Pemilu 2019.

    Iqbal mengatakan, saat ini sejumlah berita bohong atau disinformasi banyak beredar di media sosial. Polri, kata Iqbal, tidak akan menolerir para pelaku penyebarnya.

    "Kami akan lakukan proses hukum terhadap pelaku-pelaku tersebut. Apalagi saat ini kan pasca pemungutan suara, jangan meresahkan masyarakat," ujar Iqbal, Jumat 19 April 2019.

    Iqbal menuturkan, Polri telah menyelidiki beberapa di antaranya. Iqbal tak mengungkapnya secara detil dengan alasan penyelidikan masih berlangsung. Ia hanya mengimbau masyarakat tidak mudah percaya informasi yang tidak bersumber dari instansi resmi.

    "Pokoknya akan kami tindak, agar tidak ada kegaduhan di dunia maya," ujar Iqbal lagi. 

    Pasca pencoblosan, tim Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menemukan jumlah akun di media sosial dengan konten hoax dan provokasi meningkat sampai 40 persen. Tim Siber hingga kini masih terus melakukan patroli dunia maya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban, Tersangka, Barang Bukti, dan Lokasi Kerusuhan 22 Mei 2019

    Kerusuhan 22 Mei 2019 di Ibu Kota bermula dari unjuk rasa penolakan hasil pilpres 2019 di depan gedung Bawaslu, Jakarta, sejak sehari sebelumnya.