PDIP Tantang Kubu Prabowo Adu Data Real Count Pilpres

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto dan Kepala BSPN PDIP Arif Wibowo saat menunjukkan data Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) di kantor DPP PDIP, Jakarta pada Jumat, 19 April 2019. Tempo/Dewi Nurita

    Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto dan Kepala BSPN PDIP Arif Wibowo saat menunjukkan data Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) di kantor DPP PDIP, Jakarta pada Jumat, 19 April 2019. Tempo/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menantang Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno membuka data real count pemilihan presiden versi kubu 02 itu.

    Baca: Prabowo Minta Lembaga Survei Pindah ke Antartika

    Menantang Prabowo, PDIP juga membuka real count versi kubu mereka. Perhitungan itu melalui form C1 yang diterima saksi partai di daerah-daerah yang dihimpun Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) PDIP.  "Biar jangan klaim-klaim tanpa data yang berdasar. Ingat, basisnya harus C1 asli," ujar Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto di kantor DPP PDIP, Jakarta pada Jumat, 19 April 2019.

    Sampai Jumat siang, data yang masuk lewat infrastruktur PDIP itu sudah mencapai 7,75 persen dari keseluruhan suara nasional atau 59.503 dari 809.306 TPS. Data tersebut menunjukkan Jokowi-Ma'ruf unggul dengan 63 persen, sementara Prabowo-Sandi tertinggal dengan 37 persen suara.

    Hasto Kristiyanto menyatakan siap jika sistemnya diaudit dan dibandingkan dengan data kubu Prabowo. "Ini siap diaduit bahkan KPU kalau mau membandingkan antara data kami dengan Gerindra, BPN, kami juga siap untuk dicek sistemnya," kata Hasto.

    Kepala BSNP PDIP, Arif Wibowo menyebut data yang diambil ini secara acak. Bukan hanya basis suara partai berlambang banteng moncong putih itu. "Data kami diambil secara acak dari semua TPS," ujar dia di lokasi yang sama.

    Arif menyebut data tersebut sengaja ditampilkan sebagai pengetahuan kepada masyarakat. "Kami memberitahukan ini untuk mengajak masyarakat berpikir cerdas," ujar dia.

    Sebelumnya, Prabowo Subianto telah mendeklarasikan dirinya dan Sandiaga sebagai pemenang pilpres 2019, berdasarkan perhitungan lebih dari 62 persen real count dan C1 yang diinput tim internal mereka.

    Prabowo juga menyatakan lembaga survei yang mengunggulkan Jokowi adalah tukang bohong yang sudah tidak bisa lagi dipercaya oleh rakyat. Atas dasar itu, Prabowo meminta agar lembaga survei pindah ke negara atau benua lain, salah satunya Antartika.

    Baca: Prabowo Datang, Massa Syukuran Alumni 212 Sudah Memenuhi Halaman

    "Hei tukang bohong, rakyat tidak percaya sama kalian. Mungkin kalian harus pindah ke negara lain. Mungkin kau bisa pindah ke Antartika," ujar Prabowo di kediamannya, Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Jumat, 19 April 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.