Berikut Makna Sujud Syukur Prabowo Menurut Busyro Muqoddas

Reporter:
Editor:

Elik Susanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi Busyro Muqoddas memberikan keterangan terkait penarikan kembali permohonan uji materi UU MD3 oleh Koalisi Masyarakat Sipil di kantor MK, Jakarta Pusat,  7 Desember 2017. Tempo / Arkhelaus

    Mantan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi Busyro Muqoddas memberikan keterangan terkait penarikan kembali permohonan uji materi UU MD3 oleh Koalisi Masyarakat Sipil di kantor MK, Jakarta Pusat, 7 Desember 2017. Tempo / Arkhelaus

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Ketua Bidang Hukum, HAM, dan Kebijakan Publik Pengurus Pusat Muhammadiyah, Busyro Muqoddas, mengartikan sujud syukur yang dilakukan Calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto. Sujud syukur itu dilakukan Prabowo di rumahnya di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Rabu malam, 17 April 2019.

    Baca: Klaim Menang 62 Persen, Prabowo Melakukan Sujud Syukur

    Menurut Busyro, sujud syukur tersebut bukan untuk merayakan kemenangan dalam Pilpres 2019. "Saya mengartikan sujud syukur itu pelaksanaannya (Pemilu) secara umum sudah berjalan dengan lancar. Sehingga seorang calon presiden wajar kalau dari kelancaran (Pemilu) itu kemudian sebagai insan beragama melakukan sujud syukur," kata Busyro di Yogyakarta, Kamis, 18 April 2019.

    Meski demikian, menurut Busyro, sujud syukur menjadi tanpa dasar apabila ditujukan untuk merayakan kemenangan. Sementara itu, kata mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi ini, hasil resmi Pemilu 2019 belum diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum. "Kalau itu, misalnya, kesyukuran karena kelancaran (Pemilu) wajar sekali. Syukuran kemenangan ukurannya apa, tunggu KPU".

    Yang mengetahui secara persis maksud dari sujud syukur Prabowo, kata Busyro,  adalah Prabowo sendiri. "Yang tahu persis apa yang dimaksudkan dalam sujud itu yang bersangkutan. Saya tidak mendengar berita-berita selebihnya, namanya saja sujud syukur itu apa yang diucapkan beliau dalam rangkaian doa dengan sujud syukur itu," kata dia.

    Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto bersujud syukur di depan pendukungnya di kediamannya di Kertanegara IV, Jakarta, Rabu, 17 April 2019. Sujud syukur bersama sejumlah tokoh koalisi partai pendukungnya. TEMPO/Melgi Anggia

    Busyro menuturkan, usai pemilu ini seharusnya fokus kedua kubu capres baik Jokowi maupun Prabowo mengawal bersama penghitungan suara KPU. Tujuan mengawal adalah agar dalam bekerja KPU tidak mendapatkan tekanan dari pihak manapun. Bukan malah saling klaim kemenangan atau sampai menggelar perayaan kemenangan padahal belum ada keputusan resmi.

    Situasi pasca pemilu seperti sekarang, Busyro menambahkan, beban terberat berada di KPU. Sehingga jika ada gerakan pasca pemilu yang arahnya memberikan dorongan mental dan kekuatan pada KPU agar bisa jujur bekerja secara profesional dinilainya sangat positif. "Kejujuran KPU akan dinikmati semua pasangan capres, baik 01 maupun 02," ujar Busyro.

    Maksudnya, dengan kejujuran kerja dari KPU, maka pihak yang menang atau kalah akan tetap sama sama merasa terhormat. Bukan karena merasa dicurangi. "Jadi KPU harus dibebaskan dari tekanan dari pihak-pihak manapun yang itu tidak mustahil  terjadi," ujarnya.

    Sebelumnya, Capres Nomor Urut 02 Prabowo Subianto beserta sejumlah pendukungnya mengklaim kemenangan berdasarkan informasi data internal saat jumpa pers di Jalan Kertanegara, Jakarta, Rabu malam. Dalam deklarasi itu, Prabowo melakukan sujud syukur.

    Masih terkait dengan syukuran, Ketua Umum Persaudaraan Alumni atau PA 212 Slamet Maarif mengajak para pendukung Prabowo Subianto - Sandiaga Uno untuk merayakan kemenangan. Kubu Prabowo ini mengklaim meraih kemenangan di Pilpres 2019. Slamet menganggap kemenangan itu adalah hal yang perlu disyukuri.

    Simak Juga: Hasil Quick Count 54,5 Persen, Jokowi Deklarasikan Kemenangan

    "Oleh karenanya kami semua mengundang umat Islam, mengundang Mujahid 212, mengundang seluruh anak bangsa untuk bersyukur kepada Allah, sujud syukur kemenangan pada Jumat," kata Slamet saat konferensi pers di depan rumah Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban, Tersangka, Barang Bukti, dan Lokasi Kerusuhan 22 Mei 2019

    Kerusuhan 22 Mei 2019 di Ibu Kota bermula dari unjuk rasa penolakan hasil pilpres 2019 di depan gedung Bawaslu, Jakarta, sejak sehari sebelumnya.