Pemilu di Sampang Berpotensi Dilakukan Pemungutan Suara Ulang

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas KPPS melakukan penghitungan suara Pemilu serentak 2019 hingga malam hari di TPS 92, Depok, Rabu, 17 April 2019. Pemilih mencoblos hingga lima kertas suara dalam pemilu hari ini. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Petugas KPPS melakukan penghitungan suara Pemilu serentak 2019 hingga malam hari di TPS 92, Depok, Rabu, 17 April 2019. Pemilih mencoblos hingga lima kertas suara dalam pemilu hari ini. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Sampang - Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Sampang, Jawa Timur, terus mendalami dugaan pelanggaran pemilu di sejumlah kecamatan. Diantaranya peristiwa penembakan Banyuates, pencurian kotak suara di Robatal, kasus Ketua KPPS nyoblos beberapa surat suara Pilpres, serta 54 TPS yang tak menggelar perhitungan surat suara.

    Baca: KPU Butuh Waktu 35 Hari Selesaikan Penghitungan Suara

    "Yang video Ketua KPPS nyoblos itu kami pastikan terjadi di Sampang," kata Ketua Bawaslu Sampang, Insiyatun, Kamis, 18 April 2019. Bila beberapa pelanggaran yang tengah diselidiki itu terbukti, Insiyatun menegaskan akan mengeluarkan rekomendasi pemungutan suara ulang di beberapa TPS.

    "Kemungkinan itu (PSU) pasti ada. Dari hasil klarifikasi dan investigasi, nanti kami sampaikan berapa TPS yang akan PSU dari 3.691 TPS," kata dia, Kamis, 18 Aprl 2019.

    Bawaslu, kata Insiyatun, sangat serius menangani setiap dugaan pelanggaran pemilu. Selain klarifikasi ke berbagai pihak, dirinya dan lima komisioner lain terjun langsung ke lapangan untuk menginvestigasi. "Kami terjun langsung ke lapangan bila mendengar ada pelanggaran. Seperti di Kecamatan Robatal dan berhasil dicegah," ujar dia.

    Menyikapi itu, Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Pengembangan SDM, Komisi Pemilihan Umum Sampang Ahmad Ripto mengatakan akan melaksanakan rekomendasi Bawaslu termasuk bila harus ada pemungutan suara ulang.

    "Apapun rekomendasi pengawas kami siap, termasuk jika ada PSU. Tapi tentu rekomendasi itu akan kami kaji lebih dulu," kata dia.

    Baca juga: KPU Sebut Partisipasi Pemilu 2019 Capai 77,5 Persen

    Namun Ripto meminta Bawaslu agar dalam memproses semua pelanggaran pemilu sesuai aturan yang berlaku. "Diproses dulu, dimana letak permasalahannya baru nanti diketahui, apakah salah secara teknis atau memang ada unsur kesengajaan pelanggaran," ungkap dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.