Angka Golput Berkurang, Wagub Jabar Apresiasi Bupati dan Wali Kota

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum (kedua dari kanan) saat mempimpin konferensi video atau video conference di Desk Pilkada Jabar, Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis 18 April 2019.

    Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum (kedua dari kanan) saat mempimpin konferensi video atau video conference di Desk Pilkada Jabar, Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis 18 April 2019.

    INFO NASIONAL – Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengapresiasi tingkat partisipasi pemilih di berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat pada Pemilihan Presiden dan Legislatif 2019 yang meningkat.

    "Alhamdulillah  ada kenaikan angka partisipasi pemilih hampir di seluruh daerah, kenaikan paling kecil 5 persen hingga 16 persen," kata Uu Wagub saat memimpin konferensi video di Desk Pilkada Jabar, Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (18/4/19).

    Hadir pada acara tersebut anggota Bawaslu, KPU Jabar, TNI/ Polri serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). “Ini menunjukkan kesadaran masyarakat untuk berpolitik meningkat ditambah peran dari kepala daerah dan jajarannya juga,” kata Wagub.

    Apresiasi terutama kepada Wali Kota Bandung Oded M Danial yang berhasil meningkatkan angka pertisipasi pemilih dari Pemilu sebelumnya sebelumnya 77 persen menjadi 86,5 persen. "Dari laporan Kota Bandung, angka partisipasinya meningkat luar biasa. Penyelenggaraannya juga sangat kondusif dan jurdil, " ujar Wagub.

    Menurut dia, penyelenggaraan Pemilu di Jawa Barat secara umum berjalan kondusif dan aman. Meski ada kendala teknis seperti keterlambatan kotak suara, kertas suara yang tertukar dan kurang, serta mati listrik, namun hal itu cepat ditangani.

    "Dari pantauan kami dan laporan masuk, tidak ada masalah yang krusial seperti ada warga yang belum dapat C6 tapi tetap bisa mencoblos karena menggunakan KTP. Ada juga di Pangandaran yang sempat mati lampu saat perhitungan suara dan sedikit kertas yang tertukar di Cianjur tapi semua ditangani dengan cepat dan tidak mengganggu," ungkap Uu.

    Meskipun begitu, Wagub  mengimbau aparat untuk lebih fokus pada pengamanan pergeseran kertas suara karena proses tahapan Pemilu masih belum berakhir. Hal itu agar tidak merusak suasana Jabar yang sudah kondusif dan lancar.

    "Proses tahapan pemilu belum selesai, saya minta kepala daerah bersama TNI Polri untuk fokus perhatiannya pada pergeseran kotak suara agar tidak ada hal yang dapat merusak suasana yang sudah kondusif ini," katanya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.