Polisi Gerebek 2 Tempat, Pembuat Hoaks Server KPU Menghilang

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo (tengah) dan Komisioner Komisi Pemilihan Umum Ilham Saputra dalam konferensi pers penangkapan tersangka hoax manipulasi server KPU di Mabes Polri, Jakarta, Senin, 8 April 2019. TEMPO/M Rosseno Aji

    Kepala Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo (tengah) dan Komisioner Komisi Pemilihan Umum Ilham Saputra dalam konferensi pers penangkapan tersangka hoax manipulasi server KPU di Mabes Polri, Jakarta, Senin, 8 April 2019. TEMPO/M Rosseno Aji

    TEMPO.CO, Jakarta - Markas Besar Polri menggerebek dua titik di Kota Bekasi, Jawa Barat, yang diduga adalah lokasi pelaku penyebaran berita bohong atau hoaks server KPU. Hoaks tersebut menyebut bahwa server KPU sudah diatur untuk  memenangkan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi -Ma'ruf Amin. 

    Baca: Seorang Lulusan Kedokteran Jadi Tersangka Hoaks Server KPU

    "Tim siber sudah menggerebek dua titik di Bekasi. Terakhir itu hasil pelacakan sebelum ponsel off itu ada di dua titik rumah tersebut," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta Selatan pada Rabu, 17 April 2019.

    Dedi menjelaskan, penggerebekan di dua titik itu untuk menangkap pelaku berinisial WN yang diduga menjadi orang yang mengatakan apabila server yang bermarkas di Singapura telah diatur untuk kemenangan Jokowi - Ma'ruf Amin dengan perolehan suara 57 persen.

    WN juga diketahui merupakan anggota lembaga swadaya masyarakat dari Jawa Timur. Namun, WN tak ada dalam penggerebekan tersebut. Alhasil, polisi hingga kini masih memburu WN. Selain itu, kata Dedi, polisi juga masih mengidentifikasi pembuat konten video hoaks KPU tersebut.

    Simak juga: Polisi Buru Lelaki di Video Hoaks Server KPU Menangkan Jokowi

    Sebelumnya, polisi telah menangkap dua orang yakni EW dan RD yang diduga menyebarkan hoaks tentang server milik KPU. Keduanya berperan sebagai buzzer. Pascapenangkapan EW dan RD, polisi masih memburu dua orang, salah satunya adalah WN.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban, Tersangka, Barang Bukti, dan Lokasi Kerusuhan 22 Mei 2019

    Kerusuhan 22 Mei 2019 di Ibu Kota bermula dari unjuk rasa penolakan hasil pilpres 2019 di depan gedung Bawaslu, Jakarta, sejak sehari sebelumnya.