Sebelum Nyoblos Pemilu, Dua Tahanan KPK Teriak Prabowo

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka kasus suap terkait kerja sama pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik dan PT Humpuss Transportasi Kimia, Bowo Sidik Pangarso seusai mencoblos di Rumah Tahanan K4 KPK, Jakarta Selatan, Rabu, 17 April 2019. TEMPO/M Rosseno Aji

    Tersangka kasus suap terkait kerja sama pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik dan PT Humpuss Transportasi Kimia, Bowo Sidik Pangarso seusai mencoblos di Rumah Tahanan K4 KPK, Jakarta Selatan, Rabu, 17 April 2019. TEMPO/M Rosseno Aji

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi meneriakan nama calon presiden Prabowo Subianto sebelum mencoblos dalam Pemilu 2019. Mereka adalah anggota DPRD Sumatera Utara, Sopar Siburian dan eks DPRD Sumut Richard Eddy Marsaut. "Prabowo dong," kata Sopar sebelum mencoblos di rumah tahanan K4 KPK, Rabu, 17 April 2019.

    Baca: Titiek Soeharto: Biaya Pemilu Besar, Kok Kotaknya Kardus

    Sementara, Richard yang berada dua baris di belakang Sopar, juga ikut berteriak. "Pra-bo-wo," kata bekas politikus Partai Golkar itu. "Yakin menang pak?" tanya wartawan. "Pasti," kata Richard menyauti.

    Kedua anggota legislatif itu menjadi tersangka KPK bersama 36 orang anggota dan mantan anggota DPRD Sumatera Utara lainnya. KPK menyangka 38 anggota dewan itu menerima suap dari Gubernur Sumatera Utara Gatot Pudjo Nugroho.

    KPK menduga mereka menerima suap dari Gatot untuk memuluskan pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan persetujuan laporan pertanggungjawaban APBD tahun anggaran 2012 hingga 2014.

    Simak juga: 19 Kasus OTT di Masa Tenang Pemilu, Gerindra Paling Banyak

    Selain itu, KPK menduga suap itu diberikan agar para legislator membatalkan pengajuan hak interpelasi anggota DPRD Sumut tahun 2015. Total duit Gatot yang mengalir ke DPRD diperkirakan mencapai Rp 61 miliar. Tiap anggota diduga menerima uang Rp 300 juta sampai Rp 350 juta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban, Tersangka, Barang Bukti, dan Lokasi Kerusuhan 22 Mei 2019

    Kerusuhan 22 Mei 2019 di Ibu Kota bermula dari unjuk rasa penolakan hasil pilpres 2019 di depan gedung Bawaslu, Jakarta, sejak sehari sebelumnya.