19 Kasus OTT di Masa Tenang Pemilu, Gerindra Paling Banyak

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto (kedua kiri) dan Ketua Bawaslu Kota Pekanbaru Indra Khalid Nasution (kedua kanan) menjelaskan kronologi kasus dugaan politik uang di kantor Bawaslu Kota Pekanbaru, di Riau, Selasa, 16 April 2019. Dari empat pelaku yang diamankan, salah satunya merupakan caleg DPR RI dari partai Gerindra Dapil Riau II. ANTARA

    Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto (kedua kiri) dan Ketua Bawaslu Kota Pekanbaru Indra Khalid Nasution (kedua kanan) menjelaskan kronologi kasus dugaan politik uang di kantor Bawaslu Kota Pekanbaru, di Riau, Selasa, 16 April 2019. Dari empat pelaku yang diamankan, salah satunya merupakan caleg DPR RI dari partai Gerindra Dapil Riau II. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) mencatat ada 19 Operasi Tangkap Tangan (OTT) sepanjang masa tenang 14-16 April 2019. Rata-rata mereka yang ditangkap karena diduga akan membagi-bagikan uang atau serangan fajar. 

    Baca: Laporan Allan Nairn, Amien Rais: Dia Siapa, Sok Tahu Soal Prabowo

    Dari 19 kasus OTT, 10 kasus di antaranya dilakukan oleh tim sukses atau calon legislatif (caleg) Partai Gerindra. Sementara sembilan OTT dilakukan oleh tim sukses atau caleg Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN).

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengungkapkan total pelaku berjumlah 49 orang. “Saat ini sedang diproses oleh Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) karena Gakkumdu memiliki waktu 14 haru untuk sampai pda tahap dua,” kata Dedi di kantornya, Jakarta Selatan pada Rabu, 14 April 2019.

    Simak juga: Usai Pemilu 2019, Ini Harapan Faisal Basri terhadap Indonesia

    Dedi mengatakan dari penangkapan tersebut, polisi menyita total uang senilai Rp 3.615.850.000. Menurut Dedi selain uang rupiah, Panwas juga menyita mata uang dolar.

    Tonton: Pemilu 2019, Ini Beda Exit Poll, Quick Count dan Real Count

    Berikut daftar pelaku yang terjaring OTT:

    1. OTT di Ciamis Jawa Barat atas nama Jonny Mulyater Situmorang untuk DPRD Gerindra.

    2. OTT atas nama Hariro Harahap untuk Caleg Gerindra

    3. OTT di Solok Sumatera Barat atas nama Joni Edison untuk Caleg Gerindra 

    4. OTT di Sumatera Utara kepada 13 relawan Caleg DPRd PKS 

    5. OTT di Pangandaran Jawa Barat

    6. OTT di Bandung Jawa Barat 

    7. OTT di Lombok Timur atas nama Muhammad Ali Akbar untuk Caleg DPRD PKS

    8. OTT di Kepulauan Riau atas nama NN dan AS untuk Caleg Gerindra

    9. OTT di Ponorogo Jawa Ttimur atas inisial A

    10. OTT di DKI jakarta atas nama Charles Lubis, Djafar Lidimona dan Mohammad Taufik Caleg Gerindra

    11. OTT Lamongan Jawa Timur atas nama Okta Rosadinata dan Imam syafi udin

    12. OTT di Nias Sumatera Utara atas nama Meliedi Harefa, Kesaktian Telaum Banua, Fotolosa Lase, dan Danili Ergea untuk Caleg Gerindra.

    13. OTT di Probolinggo Jawa Timur atas nama RB dan SW untuk Caleg Gerindra.

    14. OTT di Purworejo Jateng atas nama G untuk Caleg PKS.

    15. OTT di Kudus Jateng atas nama AS dan AH untuk Caleg Gerindra.

    16. OTT di Pekanbaru, Riau atas nama Fadli Erwan Ibrahim, Syamsul Anwar, Fandhi Achmad, dan Diah Ayu untuk Caleg Gerindra.

    17. OTT di Sleman Yogyakarta atas nama Muhammad Lisman Pujakesuma untuk pemenangan Prabowo-Sandiaga Uno.

    18. OTT di Makassar atas nama Sukriyadi Amil, Muhammad Awaludin, Muhammad Rijal, Muhammad Nur, dan Azar Yusriadi.

    19. OTT di Buton atas nama Muhammad Bambang dan Laode Adi Surahman untuk Caleg PAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Modus Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat DPD Cuci Uang di Kasino

    PPATK menyingkap sejumlah kepala daerah yang diduga mencuci uang korupsi lewat rumah judi. Ada juga senator yang melakukan modus yang sama di kasino.