Kejar Target 80 Persen Partisipasi Pemilu, Jabar Gelar Sayembara Unik

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat menjelaskan kesiapan Jawa Barat jelang Pemilu 2019 di  acara Jabar Punya Informasi (Japri) ke-22, di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa 16 April 2019.

    Gubernur Jawa Barat menjelaskan kesiapan Jawa Barat jelang Pemilu 2019 di acara Jabar Punya Informasi (Japri) ke-22, di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa 16 April 2019.

    INFO JABAR - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menargetkan tingkat paritisipasi pemilih Jawa Barat dalam Pemilihan Presiden dan Legislatif 2019  mencapai 80 persen. Agar tingkat partisipasi tersebut tercapai, berbagai sayembara unik digelar.

    Pada Pemilu 2014, partisipasi pemilih di Jabar mencapai 71,3 persen, dan pada Pemilihan Gubernur 2018 turun menjadi 70,3 persen. Meski terbilang berat, Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, optimistis tingkat partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 akan meningkat.

    "Mudah-mudahan sekarang semangatnya lebih. Apalagi, secara nasional ada program Kelingking Fun. Jadi, tunjukkan kelingking ungu bisa diskon 50 persen. Sangat mendukung," ujar Emil di hadapan wartawan dan warga saat acara Jabar Punya Informasi (Japri), di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa, 16 April 2019.

    Melengkapi program nasional Kelingking Fun, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menginisiasi sayembara berhadiah. Kategori yang disayembarakan mulai dari Dekorasi TPS Terunik dan TPS dengan Partisipasi Pemilih Tertinggi, dengan hadiah untuk masing-masing kategori Rp 15 juta untuk pemenang pertama, Rp 10 juta untuk pemenang kedua, dan Rp 5 juta untuk pemenang ketiga.

    Ada juga kategori Petugas TPS Heroik yang akan dinilai oleh wartawan, hadiahnya Rp 15 juta untuk pemenang pertama, Rp 10 juta untuk pemenang kedua, dan Rp 5 juta untuk pemenang ketiga.

    "Untuk petugas TPS Terheroik karena susah verifikasinya, kami akan melihat dari versi wartawan. Biar wartawan yang menentukan mana TPS paling heroik," kata Emil.

    Untuk para pemilih juga disediakan hadiah melalui kategori Selfie di TPS dengan Pose Terunik. Syaratnya, swafoto harus bersifat netral tanpa menunjukkan dukungan terhadap salah satu calon presiden, partai politik, atau calon legislatif.

    Foto pun harus dilakukan di depan TPS, bukan di dalam dalam bilik suara. Hadiahnya sama, Rp 15 juta untuk pemenang pertama, Rp 10 juta pemenang kedua, dan Rp 5 juta pemenang ketiga.

    Semua foto harus diunggah di akun Instagram masing-masing peserta dengan mengetag dan mention akun @humas_jabar, @ridwankamil dan @kpujabar selambat-lambatnya tanggal 18 April 2019. Pemenang akan diumumkan pada Mei 2019.

    Di acara yang sama, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat Rifqi Ali Mubarok menyatakan, sekitar 1,2 juta petugas yang terdiri dari KPU, panwaslu dan petugas perlindungan masyarakat (linmas) dikerahkan untuk melaksanakan pemilu besok.

    Menurut Rifqi, hingga saat ini KPU Jawa Barat juga bisa memastikan untuk ketersediaan logistik Pemilu 2019 seperti surat suara untuk lima jenis pemilihan sudah diterima di tingkat kota kabupaten. "Jadi sudah bisa kita pastikan keberadaan surat suara sekarang sudah berada di kecamatan," ujarnya.

    Di Jabar terdapat 33,2 juta pemilih, dan jumlah ini terbanyak di Indonesia. Pemegang hak pilih dijadwalkan mencoblos di 138.000 TPS.

    "Jumlah pemilih maksimal di tiap TPS 300 pemilih, dan untuk di Jawa Barat jumlah pemilih di masing-masing TPS itu rata-rata 250 pemilih," katanya.

    Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu Jabar Abdullah Dahlan memastikan bahwa seluruh komponen pemilu taat pada aturan. "Sejak hari tenang kami sudah imbau agar tidak ada lagi agenda kampanye dan tidak melakukan sikap di luar undang-undang," ucapnya.

    Untuk menjamin kondusifitas, Bawaslu Jabar bersama pemerintah daerah, patroli pengawasan selama dua hari, 15 - 16 April 2019. "Kami  patroli pengawasan untuk mencegah politik uang. Karena pilhan bukan untuk ditransaksikan," kata Abdullah. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban, Tersangka, Barang Bukti, dan Lokasi Kerusuhan 22 Mei 2019

    Kerusuhan 22 Mei 2019 di Ibu Kota bermula dari unjuk rasa penolakan hasil pilpres 2019 di depan gedung Bawaslu, Jakarta, sejak sehari sebelumnya.