Tingkatkan Sinergi Antar Instansi, Bea Cukai Kunjungi Gubernur Kalimantan Barat

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jajaran Bea Cukai Kalimantan Bagian Barat mengunjungi Gubernur Kalimantan Barat pada Selasa, 9 April 2019. (dok Bea Cukai)

    Jajaran Bea Cukai Kalimantan Bagian Barat mengunjungi Gubernur Kalimantan Barat pada Selasa, 9 April 2019. (dok Bea Cukai)

    INFO NASIONAL– Jajaran Bea Cukai Kalimantan Bagian Barat mengunjungi Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, di kantornya, pada Selasa, 9 April 2019. Kunjungan tersebut merupakan upaya untuk meningkatkan sinergi antara instansi pemerintah dan pemerintahan daerah setempat. Dalam kunjungan tersebut, Kepala Kantor Bea Cukai Kalimantan Bagian Barat, Azhar Rasyidi juga memaparkan peranan Bea Cukai dalam membantu perekonomian Indonesia.

    “Kami ditugaskan oleh Menteri Keuangan dan Dirjen Bea dan Cukai mempelajari prospek pengembangan perekonomian di daerah, dan Bea cukai mempunyai berberapa fasilitas Bea Cukai yang bisa dimanfaatkan oleh para pengusaha/industri di Kalimantan Barat untuk mendukung pemerintah dalam meningkatkan pembangunan di daerah,” ujar Azhar kepada Gubernur Kalimantan Barat pada saat kunjungan tersebut.

    Dalam kesempatan yang sama, Azhar juga menjelaskan terkait bidang pengawasan. “Pihak kami sudah siap melakukan pengawasan dan kontrol kawasan perbatasan Kalimantan Barat, namun kami juga membutuhkan dukungan dari pemerintah Kalimantan Barat dan instansi terkait lainnya,” katanya.

    Menurutnya, jalur darat perbatasan merupakan daerah yang rawan menjadi pintu masuk perdagangan ilegal dan penyelundupan. Di jalur itu juga banyak jalur tikus yang luput dari pantauan. Kalau dari Bea cukai sendiri ini sangat terbatas dalam melakukan pengawasan tersebut, perlu adanya dukungan dari pemerintah Kalimantan Barat.

    Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, juga menyatakan apresiasinya atas kunjungan kerja yang dilakukan oleh Bea Cukai sebagai salah satu bentuk koordinasi tugas dan fungsi. Dirinya juga menyatakan akan terus berkoordinasi dalam kegiatan pengembangan ekonomi di daerah.

    Menurut Sutarmidji, perbatasan Malaysia-Kalimantan, memang amat panjang, nyaris 1.000 kilometer. Seperti kendaraan dari luar yang banyak masuk dari Bengkayang. Karenanya, selain pengawasan, diperlukan juga Pemekaran Wilayah Kalimantan Barat. “Kita perlu mempercepat pemekaran wilayah Kalimantan Barat, karena luasnya wilayah perbatasan dan juga pengawasan yang terbatas,” tuturnya.

    Bea Cukai berharap dapat menjalin komunikasi yang erat dalam menjalankan fungsi kebeacukaian yang begitu kompleks. Tentunya perlu dukungan dan sinergi tidak hanya dari internal bea cukai melainkan dari pihak – pihak eksternal yang terkait, khususnya pemerintah daerah agar dapat saling bekerja sama  untuk membangun Kalimantan Barat.

    Diharapkan dengan terjalinnya sinergi antara Bea Cukai dengan pemerintah provinsi Kalimantan Barat, ke depannya dapat menciptakan Kalimantan Barat yang bermartabat. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.