Ngobrol @tempo Kupas Komitmen CEO Majukan Pariwisata

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan Pemred Tempo.co Wahyu Dhyatmika saat acara Ngobrol Tempo. Senin, 15 April 2019.
Fotografer: Beni Nurmansyah

    Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan Pemred Tempo.co Wahyu Dhyatmika saat acara Ngobrol Tempo. Senin, 15 April 2019. Fotografer: Beni Nurmansyah

    INFO NASIONAL -- Sejak ditetapkan sebagai sektor andalan pada 2015, pariwisata Indonesia tumbuh pesat. Pada 2017, Indonesia melesat menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan pariwisata tercepat di dunia. Pada periode Januari-Desember 2017 pertumbuhan Pariwisata Indonesia  mencapai 22 persen. Angka pertumbuhan ini di atas rata-rata pertumbuhan wisatawan dunia sebesar 6,4 persen, dan pertumbuhan wisatawan di ASEAN sebesar 7 persen. Bahkan, pertumbuhan pariwisata Indonesia itu jauh lebih tinggi dari Malaysia yang tumbuh hanya 4 persen, Singapura 5,8 persen dan Thailand 8,7 persen.

    Sektor pariwisata juga melejit menjadi penghasil devisa terbesar ke empat terbesar setelah industri kelapa sawit (CPO), migas, dan batu bara. Saat ini pariwisata menyumbang devisa sebanyak 17,6 miliar dolar AS.

    Peningkatan besar itu bisa terjadi, terutama karena adanya komitmen yang tinggi dari CEO atau pemimpin Indonesia, dalam hal ini adalah Presiden RI Joko Widodo,  untuk serius memajukan sektor pariwisata di negeri ini. Hal itu dikemukakan oleh Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya dalam acara ngobrol @tempo yang digelar oleh Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan Tempo Inti Media, di Gedung Tempo Palmerah.

    Menteri Arief menambahkan, dengan komitmen pemimpin RI untuk menjadikan pariwisata sebagai sektor andalan, maka semua kementerian dan lembaga wajib mendukung Kementerian Pariwisata. “Dengan Pariwisata menjadi leading sector, maka tidak ada permintaan Kementerian Pariwisata yang ditolak oleh PUPR. Itu yang membuat pariwisata tumbuh mencapai double digit,” kata Arief Yahya.

    Karena itu, ia berharap para kepala daerah sebagai CEO di wilayahnya masing-masing menyadari hal ini, sehingga mau berkomitmen untuk benar-benar menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan. Sebab, menurutnya, pariwisata di Indonesia sebenarnya adalah sektor yang paling mudah untuk dijadikan penyumbang devisa ataupun PAD terbesar, dan paling bersahabat lingkungan. Yang dibutuhkan adalah komitmen dari pemimpinnya.

    Hal senada dikatakan oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, di acara diskusi ngobrol @tempo yang mengambil tema Komitmen CEO pada Pariwisata Indonesia itu. Menurutnya, di tengah anggaran APBD yang terbatas dan SDM terbatas, Banyuwangi harus mengambil skala prioritas. Salah satu prioritas utama adalah sektor pariwisata.

    Menurut Anas, pariwisata dipilih sebagai unggulan karena selain dapat memacu pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pariwisata juga bisa mengubah kebiasaan buruk masyarakat Banyuwangi. Misalnya, jika sebelumnya masyarakat punya kebiasaan jorok dan kotor, dengan pariwisata berubah menjadi bersih.

    Perilaku masyarakat Banyuwangi juga berubah karena pariwisata. Karena Anas mengupayakan setiap tempat (di Banyuwangi)adalah destinasi wisata, dan setiap kegiatan adalah atraksi wisata. Maka, keterlibatan masyarakat dalam wisata menjadi tinggi. Hasilnya luar biasa. Jika sebelumnya  hanya punya 12 event wisata dalam setahun, kini Banyuwangi punya 99 event wisata dalam setahun. “Itu EO (penyelenggara)-nya bukan dinas pariwisata,” kata Anas.

    Berkat komitmen Bupati yang tinggi untuk fokus pada pengembangan sektor pariwisata, kini Banyuwangi maju pesat. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Banyuwangi naik 115,4 persen yakni sekitar Rp 69,9 triliun. Pengangguran terbuka turun 50 persen dan berada di angka 3,07 persen. Padahal, direntang 2010-an, angka pengangguran terbuka di angka 6 persen. Kemiskinan pada 2018 sekitar 8,64 persen, padahal 8 tahun sebelumnya 20,09 persen.

    Acara ngobrol @tempo juga menghadirkan pembicara Wakil Gubernur Jawa Barat UU Ruzhanul Ulum, dengan moderator Pemimpin Redaksi Tempo.co Wahyu Dhyatmika. Acara ini juga dihadiri oleh Walikota Solok Zul Elfian, Wakil Walikota Manado Mor Dominus Bastiaan, serta Direktur Utama PT Tempo Inti Media Tbk Toriq Hadad, dan Direktur Tempo.co Tomi Aryanto. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.