Bea Cukai Atambua Gagalkan Ekspor 104 Ton Rotan Ilegal ke Timor Leste

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bea Cukai Atambua berhasil menggagalkan penyelundupan ekspor rotan ke Timor Leste pada  Kamis, 11 April 2019. (Foto: Doc. Ditjen Bea Cukai Kemenkeu)

    Bea Cukai Atambua berhasil menggagalkan penyelundupan ekspor rotan ke Timor Leste pada Kamis, 11 April 2019. (Foto: Doc. Ditjen Bea Cukai Kemenkeu)

    INFO NASIONAL - Bea Cukai Atambua berhasil menggagalkan penyelundupan ekspor rotan ke Timor Leste pada Kamis, 11 April 2019. Sebanyak 1.690 ikat rotan dengan berat mencapai 104,375 ton berhasil ditegah Tim Patroli Laut Bea Cukai dalam Operasi Jaring Wallacea. Nilai barang tersebut ditaksir mencapai lebih dari Rp 1,8 miliar.

    Kepala Kantor Bea Cukai Atambua Tribuana Wetangterah menjelaskan kronologi penindakan yang dilakukan Bea Cukai Atambua. “Awalnya, rotan diangkut dari Pelabuhan Panarukan, Jawa Timur, menggunakan kapal KLM MAJU BERSAMA yang dinahkodai RF menuju Pelabuhan Dili, Timor Leste. Saat kapal melintas di perairan sekitar Pulau Kambing pada Jumat, 5 April 2019, pukul 03.40 WITA, kapal ditegah tim patroli laut Bea Cukai saat Operasi Jaring Wallacea karena diduga mengangkut barang ekspor tanpa dilindungi dokumen pabean,” tutur Tribuana.

    Dia menambahkan, setelah dilakukan pemeriksaan, petugas mendapati kapal tersebut bermuatan rotan. “Setelah dilakukan pemeriksaan, kedapatan bahwa kapal tersebut bermuatan rotan dan akan dikirim ke Timor Leste tanpa dilengkapi dokumen pemberitahuan ekspor barang. Guna memudahkan pembongkaran dan pencacahan muatan kapal, selanjutnya kapal dibawa ke Pelabuhan Atapupu, Belu,” ujarnya.

    Selain melanggar ketentuan hukum di bidang kepabeanan, ekspor ilegal tersebut juga melanggar Peraturan Menteri Perdagangan Nomor: 44/M-DAG/PER/7/2012 tentang Barang Dilarang Ekspor. Untuk penyelesaian atas pelanggaran tersebut, dilakukan proses hukum berupa penyidikan oleh penyidik dari Kantor Bea Cukai Atambua.

    “Keberhasilan penindakan terhadap penyelundupan ekspor rotan tersebut merupakan bukti bahwa Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tidak akan berkompromi terhadap segala bentuk pelanggaran perundang-undangan di bidang kepabeanan dan cukai,” katanya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lembaga Survei: 5 Hal Penting dalam Quick Count Pilpres 2019

    Perkumpulan Survei Opini Publik angkat bicara soal quick count di Pemilu dan Pilpres 2019 yang diragukan kubu Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.