Nyoblos di Osaka, Ahok Mengaku Sempat Marahi Panitia Pemilu

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengunjungi kantor DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Bali di Denpasar, Bali, Jumat, 8 Februari 2019.  Mantan Gubernur DKI Jakarta ini, resmi mengumumkan dirinya sebagai anggota PDIP dalam kunjungan ke Bali. Johannes P. Christo

    Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengunjungi kantor DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Bali di Denpasar, Bali, Jumat, 8 Februari 2019. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini, resmi mengumumkan dirinya sebagai anggota PDIP dalam kunjungan ke Bali. Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019, di Osaka, Jepang, Ahad, 14 April 2019. Melalui akun Instagramnya @basukibtp, Ahok memamerkan foto yang menunjukan ia telah menggunakan hak pilihnya.

    Baca: Di Tengah Debat Capres Cawapres, Ahok Unggah Vlog Baru

    Dalam foto tersebut, Ahok menggunakan kemeja putih sambil mengacungkan jari yang telah dicelupkan ke tinta.

    “Baru saja selesai memberikan hak suara pada Pemilu 2019 di Osaka, Jepang. Ayo memilih, jangan golput!” tulis Ahok pada keterangan foto di unggahan tersebut, Ahad, 14 April 2019.

    Namun, ada cerita menarik sebelum Ahok menggunakan hak pilihnya di bilik suara. Pada video lain yang beredar di media sosial, Ahok mengatakan sempat hampir dikerjai oleh oknum panitia pemungutan suara di Osaka.

    “Hampir mau dikerjain oknum tadi. Gue udah dapat DPT yang pindah malah dibilang gak boleh ngantri,” ujar Ahok dalam video tersebut. Isi dalam video tersebut telah dikonfirmasi kebenarannya oleh staf ahli Ahok, Ima Mahdiah.

    Ahok mengatakan, ia sempat memarahi oknum tersebut karena merasa telah dikerjai. Namun, setelah ia memarahi oknum tersebut, ia bisa menggunakan hak pilihnya.

    Saksikan video: Nyoblos di Osaka, Ahok Mengaku Sempat Marahi Panitia Pemilu

    “Padahal gue setelah keluar dari tahanan berusaha gak mau marah. Tapi pas ketemu orang kayak gitu mesti dimarahin, baru dia takut. Kalau enggak banyak orang gak milih tadi,” ujarnya.

    Pemungutan suara di Jepang dilaksanakan pada tanggal 14 April 2019. Meskipun, penghitungan suara akan dilakukan bersamaan dengan penghitungan di Indonesia, yakni tanggal 17 April 2019.

    Sejumlah masyarakat Indonesia di Jepang mengabarkan telah melakukan pemungutan suara. Seperti yang dilaporkan oleh Willy Keraf yang bermukim di Tokyo. Ia menyebutkan, masyarakat Indonesia di Tokyo sangat antusias menggunakan hak pilihnya.

    Willy mengatakan, masyarat Indonesia rela mengantre untuk menunggu giliran mencoblos di TPS Sekolah Republik Indonesia Tokyo. “Saya pagi mendaftar antri dari jam 8 selesai jam 11. Lalu boleh mencoblos jam 4 sore,” katanya.

    Baca: Veronica Tan Kembali Menyapa Netizen di Instagram

    Pemungutan suara di luar negeri diketahui dilaksanakan lebih awal yakni pada 8 hingga 14 April 2019. Adapun, proses penghitungan suara tetap dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan di Indonesia yakni pada 17 April mendatang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.