Akun Twitter Diretas, Said Didu Tak Mau Lapor Polisi

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (Ki-ka) Direktur Materi dan Debat BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sudirman Said, Direktur Relawan BPN Ferry Mursyidan Baldan, anggota Dewan Pakar BPN Said Didu, dan politikus Partai Amanat Nasional Dian Fatwa saat berbincang dengan wartawan di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Sabtu, 16 Februari 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    (Ki-ka) Direktur Materi dan Debat BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sudirman Said, Direktur Relawan BPN Ferry Mursyidan Baldan, anggota Dewan Pakar BPN Said Didu, dan politikus Partai Amanat Nasional Dian Fatwa saat berbincang dengan wartawan di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Sabtu, 16 Februari 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, mengungkapkan alasannya enggan melaporkan peretasan akun media sosialnya ke kepolisian. "Kalau dilaporkan malah kita enggak bisa bermain media sosial. Karena identitas pribdi kita diambil alih dan faktanya tidak pernah bisa kembali atau diungkap siapa melakukan pengambillalihan tersebut," kata Said Didu dalam konferensi pers di Es Teler 77, Jakarta, Ahad, 14 April 2019.

    Berita terkait: Said Didu Ungkap Kronologi Pengambilalihan Akun Media Sosialnya

    Said Didu menuturkan, berdasarkan pengalaman rekan-rekannya yang pernah mengalami kejadian serupa dan melapor kepada polisi, identitas pribadi di media sosial, nomor ponsel, hingga email dan kata sandinya ditanyakan dan diambil alih. "Mustofa Nahra berkali-kali mengalami, malah yang terjadi pengambilalihan lagi kalau muncul di medsos," ujar dia.

    Meski enggan melaporkan, Said Didu mengaku masih memikirkan tindak lanjut peretasan akun Twitternya. Sebab, kata dia, penegakan hukum semestinya hadir melindungi warganya.

    Akun Twitter Said Didu mengalami peretasan pada Sabtu malam, 13 April 2019. Akun dengan jumlah pengikut sebanyak 200 ribuan followers itu mencuitkan tentang Ustaz Abdul Somad yang baru bertemu dengan Prabowo-Sandiaga. Said Didu mengatakan, peretasan terjadi ketika ia sedang menyaksikan debat capres di Hotel Sultan.

    Selain Twitter, akun Facebook Said Didu juga diretas ketika ponselnya sedang tidak ada sinyal. Sebab, saat menyaksikan debat capres di Hotel Sultan, sinyal di ruang debat sedang dihilangkan atau di-jammed.

    Usai menyaksikan debat, Said Didu keluar dari ruangan debat untuk menggunakan Twitter. Tetapi, akun @saididu tidak bisa digunakan. "Sudah diambilalih orang lain. Setengah jam kemudian sekitar jam 23.00 muncul mention yang menjelek-jelekkan Ustaz Abdul Somad, itu menjelek-jelekkan dengan 6-7 mention," ujarnya.

    Menurut Said Didu, tim yang membantunya menelusuri pengambilan alihan akun tersebut tidak berhasil merebut kembali akun media sosialnya sampai hari ini pukul 05.00 WIB. Adapun akun Facebook-nya berhasil diselamatkan pada pukul 03.00 WIB.

    Said Didu menklaim, akun media sosialnya itu biasa digunakan untuk membuka kebohongan publik di setiap debat capres 2019. Ia menduga, pengambilan alihan akun-akun media sosialnya bertujuan untuk agar ia tidak bisa lagi membuka fakta-fakta tersebut. Sehingga, akhirnya akun itu digunakan untuk memfitnah orang lain.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Modus Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat DPD Cuci Uang di Kasino

    PPATK menyingkap sejumlah kepala daerah yang diduga mencuci uang korupsi lewat rumah judi. Ada juga senator yang melakukan modus yang sama di kasino.