Demokrat: Pak Prabowo Debat dengan Siapa? Kenapa Pak SBY Diserang

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno  mengikuti debat kelima  Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu, 13 April 2019. ANTARA

    Pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mengikuti debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu, 13 April 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Rachland Nashidik mempertanyakan pernyataan Calon Presiden nomor urut 01, Prabowo Subianto, yang menyalahkan presiden-presiden sebelum Joko Widodo atau Jokowi, terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menurutnya masih bermasalah. Hal ini diungkapkan Prabowo dalam debat calon presiden dan wakil presiden yang digelar di Hotel Sultan, Sabtu, 13 April 2019.

    Baca: Walkout dari Debat Capres, Kader Demokrat: Mau Tidur, Sakit Perut

    "Pak Prabowo sebenarnya sedang berdebat dengan siapa? Kenapa justru Pak SBY yang diserang?" ujar Rachladn dalam twitter pribadinya, saat debat masih berlangsung.

    Rachland sebelumnya menunjukan bahwa dirinya ada di lokasi debat dan menonton langsung bersama kader Partai Demokrat lain. Hadir pula Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY. Mereka nampak duduk di jajaran pendukung dari pasangan calon Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

    Sebelum Jokowi menjabat, Presiden Indonesia dipegang oleh Susilo Bambang Yudhoyono, yang merupakan Ketua Umum Partai Demokrat. SBY menjabat sejak 2004, setelah memenangkan pemilihan umum pertama Indonesia, dan menggantikan Megawati Soekarnoputri. SBY menjabat selama dua periode atau 10 tahun, setelah di pemilihan umum 2009 juga memenangkan konstelasi pemilihan presiden.

    Ucapan Prabowo ini muncul saat debat membahas tema pertumbuhan ekonomi. Ia mengatakan saat ini pembangunan ekonomi nasional telah salah arah. Ia menegaskan Indonesia harus berani mengambil kebijakan untuk mengubah arah pembanguan ini secara menyeluruh.

    Prabowo kemudian menybut niatan Jokowi sudah bagus untuk memperbaiki hal ini. Namun ia menilai hal ini tidak cukup.

    Simak: Di Debat Capres Kelima, Prabowo Minta Jokowi Contoh Cina

    "Saya tidak menyalahkan Bapak. Ini kesalahan besar, kesalahan besar presiden-presiden sebelum Bapak. Kita semua harus bertanggung jawab. Bener, itu pendapat saya," kata Prabowo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.