Kata Demokrat Soal Prabowo Salahkan Presiden Sebelum Jokowi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat, Imelda Sari bersama Ketua Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean memberikan keterangan pers terkait penangkapan Andi Arief oleh Kepolisian di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Senin, 4 Maret 2019. Andi Arief ditangkap di sebuah kamar hotel saat sedang bersama seorang wanita dengan barang bukti alat hisap sabu. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat, Imelda Sari bersama Ketua Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean memberikan keterangan pers terkait penangkapan Andi Arief oleh Kepolisian di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Senin, 4 Maret 2019. Andi Arief ditangkap di sebuah kamar hotel saat sedang bersama seorang wanita dengan barang bukti alat hisap sabu. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Divisi Advokasi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, keluar dari lokasi Debat Capres kelima di Hotel Sultan, Jakarta. Ferdinand mengatakan hendak tidur. “Mau tidur kita,” kata Ferdinand di lokasi debat, Sabtu, 13 April 2019.

    Baca: Prabowo ke Jokowi: Presiden-presiden Sebelum Bapak Juga Salah

    Adapun saat kedua kalinya ditanya alasan dirinya pergi, ia beralasan sedang sakit perut. “Saya sakit perut mau pulang dulu,” kata dia.

    Ferdinand tidak mau berkomentar saat dikonfirmasi apakah walkout ini karena calon presiden nomor 02, Prabowo Subianto menyalahkan presiden-presiden sebelum Jokowi yang salah satunya adalah Ketua Umum Demokrat, yakni Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

    Ia menganggap ucapan Prabowo tersebut tidak lengkap dan bisa ditanyakan kembali pada Prabowo langsung. “Ya itukan omongan yang enggak lengkap disampaikan nanti dijelaskan lagi dengan pak Prabowo di dalam,” katanya.

    Prabowo Subianto berulang kali menyebut bahwa orientasi ekonomi Indonesia salah arah. Prabowo terutama menyinggung adanya deindustrialisasi.

    Meski begitu, Prabowo mengatakan tak ingin menyalahkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi atas kondisi itu. Prabowo berujar salah arahnya pembangunan ekonomi Indonesia saat ini juga tak terlepas dari andil presiden sebelum Jokowi.

    Simak juga: Di Debat Capres Kelima, Prabowo Minta Jokowi Contoh Cina

    "Saya tidak menyalahkan Bapak. Ini kesalahan besar, kesalahan besar presiden-presiden sebelum Bapak. Kita semua harus bertanggung jawab. Bener, itu pendapat saya," kata Prabowo dalam segmen kedua debat kelima di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu, 13 April 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.