Indo Barometer: Elektabilitas Jokowi Turun, Masih Ungguli Prabowo

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pendukung mengamati orasi calon presiden nomor urut 01, Jokowi saat berkampanye di Gelanggang Olah Raga (GOR) Ciracas, Jakarta Timur, Rabu, 10 April 2019. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    Sejumlah pendukung mengamati orasi calon presiden nomor urut 01, Jokowi saat berkampanye di Gelanggang Olah Raga (GOR) Ciracas, Jakarta Timur, Rabu, 10 April 2019. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Hasil survei Indo Barometer menunjukkan elektabilitas pasangan calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin, dalam tiga bulan terakhir menurun. Sementara tingkat keterpilihan pasangan nomor urut 02, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno naik.

    Baca: Faisal Basri Dukung Jokowi, TKN: Kami Sambut yang Bukan Pemimpi

    Direktur Eksekutif Indo Barometer, M. Qodari, mengatakan meski elektabilitas Jokowi - Ma'ruf turun namun pasangan ini diprediksi tetap menjadi pemenang pemilihan presiden 2019. Alasannya kenaikan dan penurunan suara tersebut jumlahnya tidak signifikan.

    Ia mencontohkan saat suara Jokowi - Ma'ruf menurun sebesar 1 persen, kenaikan elektabilitas Prabowo - Sandiaga juga hanya 1 persen. "Istilahnya tidak memadai," kata Qodari di Hotel Harris, Tebet, Jakarta, Sabtu, 13 April 2019.

    Berdasarkan survei Indo Barometer secara berturut-turut sejak Februari-April 2019, elektabilitas Jokowi - Ma'ruf adalah: 63,47 persen, 61,3 persen, dan 59,9 persen. Sedangkan suara Prabowo-Sandiaga secara berturut-turut adalah 36,53 persen, 38,7 persen, dan 40,1 persen.

    Simak juga: Sandiaga Punya Harta Rp 5 Triliun, Terbanyak di Surat Berharga

    Qodari mengamini jika militansi kubu Prabowo sangat kuat untuk mendongkrak suara. Namun melihat tren yang ada, kata dia, Prabowo - Sandiaga sulit untuk mengejar ketertinggalan. "Kecepatan Prabowo kalah dibandingkan 2014 yang dalam waktu dua pekan bisa naik 6 persen. Sekarang dalam satu bulan cuma naik 1 persen," ucapnya.

    Simak: Survei Terbaru LSI Denny JA, Jokowi di Ambang Menang Telak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban, Tersangka, Barang Bukti, dan Lokasi Kerusuhan 22 Mei 2019

    Kerusuhan 22 Mei 2019 di Ibu Kota bermula dari unjuk rasa penolakan hasil pilpres 2019 di depan gedung Bawaslu, Jakarta, sejak sehari sebelumnya.