Peserta Kampanye Akbar: Anak Saya Maksa Ikut, Ingin Ketemu Jokowi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto ilustrasi anak ikut kampanye akbar Jokowi - Ma'ruf di GBK, Jakarta. Foto/istimewa

    Foto ilustrasi anak ikut kampanye akbar Jokowi - Ma'ruf di GBK, Jakarta. Foto/istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak pendukung Calon Presiden Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin yang datang ke Konser Putih Bersatu di Gelora Bung Karno pada Sabtu, 13 April 2019, membawa anak di bawah umur. Meski pelibatan anak di bawah umur dalam kampenya dilarang, mereka tetap membawa anak-anaknya untuk berkampanye.

    Baca: Kampanye Akbar Jokowi, Massa Menyemut di Stadion GBK

    Pantauan Tempo, sejak memasuki area stadion, tidak sulit untuk menemukan anak-anak di bawah umur yang dibawa orang tuanya ke area kampanye. Ada yang dipangku oleh orang tua, ada yang berjalan beriringan dengan massa kampanye lainnya sembari menggunakan atribut dukungan kepada Jokowi - Ma'ruf.

    Salah satu peserta kampanye yang hadir membawa anak adalah Hanah. Warga Kemayoran, Jakarta Pusat ini mengatakan membawa sang anak yang berusia enam tahun ke arena GBK karena keinginan putranya yang berusia enam tahun. 

    “Ini sudah dua kali, kemarin di Sentul juga ikut. Anaknya pengen ikut. Pengen ketemu Jokowi katanya,” ujar Hanah kepada Tempo.

    Ia mengatakan sempat melarang anaknya untuk ikut. Ia khawatir anaknya hilang atau terluka di tengah massa peserta kampanye yang dipastikan membludak. “Saya sudah larang. Takutnya hilang atau kenapa-kenapa. Tapi anaknya maksa mau gimana,” ujar dia. Tak hanya di luar stadion, di dalam pun Tempo menemukan sejumlah orang tua yang membawa anak-anaknya.

    Aturan tentang larangan pelibatan anak dalam kampanye tercantum di Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Dalam Pasal 280 Ayat 2 Huruf k disebutkan pelaksana dan tim kampanye dilarang mengikutsertakan Warga Negara Indonesia yang tidak memiliki hak memilih yakni anak-anak.

    Selain itu, pelibatan anak-anak dalam kampanye juga dilarang dalam Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Pasal 15 UU itu menyebutkan setiap anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari penyalahgunaan dalam kegiatan politik.

    Jokowi pun sempat melarang anak-anak dilibatkan dalam acara kampanye. Pada saat kampanye di Pelabuhan Perikanan Gebangmekar, Cirebon pada Jumat, 5 April 2019, Jokowi menegur para pendukungnya.

    “Ini anak-anak jangan dibawa kampanye. Enggak boleh. Panas," ujar Jokowi di Pelabuhan Perikanan Gebangmekar, Cirebon pada Jumat, 5 April 2019

    Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Ma’ruf Amin, Usman Kansong, mengatakan pihaknya sudah sejak awal mengimbau para pendukung, untuk tidak membawa serta anak-anak bila hendak menghadiri acara kampanye.

    “Kami sudah imbau dari awal. Orang tua yang akan hadir ke agenda kampanye dilarang membawa anak,” ujar Usman saat dihubungi, Sabtu 13 April 2019.

    Simak juga: Pemijat Refleksi Sediakan Jasa Gratis di Kampanye Akbar Jokowi

    Namun, apabila terlanjur dibawa, Usman mengatakan anak-anak tak diperbolehkan untuk masuk ke dalam stadion Gelora Bung Karno. Adapun area anak-anak sengaja tak mereka sediakan, agar orang tua tidak sengaja membawa anak-anak dan menitipkannya di area tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.