Kata Populi Soal Efek Elektoral Pasca- Gatot Nurmantyo ke Prabowo

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo ikut menjadi pembicara dalam Kampanye Capres 02, Prabowo Subianto di Surabaya, 12 April 2019. Video Live Streaming/Facebook Prabowo Subianto

    Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo ikut menjadi pembicara dalam Kampanye Capres 02, Prabowo Subianto di Surabaya, 12 April 2019. Video Live Streaming/Facebook Prabowo Subianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Nama mantan Panglima TNI Jenderal (Pur) Gatot Nurmantyo kembali menjadi perbincangan setelah tadi malam muncul di pidato kebangsaan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto di Surabaya, Jawa Timur. Gatot menjadi salah satu dari deretan tokoh yang dikenalkan Prabowo sebagai orang yang kelak akan membantunya jika terpilih menjadi presiden.

    Baca juga: Datang Acara Prabowo, Gatot Nurmantyo: Saya tak Mencari Jabatan

    Peneliti Populi Center Afrimadona melihat masuknya Gatot Nurmantyo di kubu Prabowo itu hanya akan berpengaruh pada pemilih mengambang yang potensial berganti haluan atau swing voters di internal saja.

    "Sebenarnya nama Gatot cukup populer di kalangan pemilih Prabowo. Dia kan cukup dekat dengan kelompok muslim basis Prabowo. Jadi saya pikir ini hanya lebih menguatkan swing voters yang ada di kubu Prabowo," kata Afrimadona di kawasan Cikini, Jakarta Pusat pada Sabtu, 13 April 2019.

    Sedangkan, nama Gatot tidak terlalu dikenal dekat dengan swing voters di kubu Jokowi-Ma'ruf Amin. Namun secara umum, kata Afrimadona, tidak akan ada perubahan peta politik secara signifikan. Karena dari berbagai survei yang dilakukan Populi Center, karakter basis pendukung kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden berbeda.

    "Contohnya di kubu 02, kekuataan tokoh agama sangat berpengaruh," kata Afrimadona. Tetapi, di kalangan pendukung kubu 01, tokoh agama itu tidak menjadi faktor utama dalam menentukan pilihan.

    Baca juga: Bicara di Acara Prabowo, Gatot Nurmantyo: Demi Merah Putih

    Gatot Nurmantyo selama ini dikenal dekat dengan kelompok Islam. Banyak dari kelompok itu yang menginginkan Gatot berada di kubu 02. Namun Gatot saat itu memilih untuk tak menyatakan pilihannya kepada siapa. Bahkan saat fotonya terpampang di baliho pos pemenangan Prabowo - Sandi di Solo, Gatot meminta baliho itu diturunkan. Gatot merasa tak pernah diajak bicara soal baliho tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.