Cerita Sudirman Said Dekati Dahlan Iskan untuk Dukung Prabowo

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan berada di mobilnya usai diperiksa penyidik Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Mabes Polri di gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, 22 Juni 2015. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan berada di mobilnya usai diperiksa penyidik Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Mabes Polri di gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, 22 Juni 2015. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Sudirman Said mengakui dirinya ikut mendekati mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan untuk mendukung Prabowo. Sudirman mengatakan dirinya sempat menyambangi Dahlan di rumahnya.

    Baca juga: Ada Dahlan dan Gatot Nurmantyo di Prabowo, TKN: Kami Tak Khawatir

    Namun di sisi lain, Sudirman mengatakan Dahlan tentunya mendengar dan berkomunikasi dengan banyak orang sebelum memutuskan mendukung Prabowo.

    "Pak Dahlan temennya banyak, pasti mendengar. Aku ketemu sekali dua kali, tentu saja," kata Sudirman kepada Tempo di Dyandra Convention Hall, Surabaya, Jawa Timur, Jumat, 12 April 2019.

    Sudirman mengatakan dirinya beberapa kali berkomunikasi dengan Dahlan. Kata dia, Dahlan jugalah yang dulu menariknya menjadi Direktur Utama PT Pindad (Persero). Sudirman mengaku terus berkomunikasi dengan Dahlan sewaktu menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, juga selepas berhenti dari posisi itu.

    "Waktu saya masih di kementerian, komunikasi. Begitu selesai saya komunikasi lagi. Saya malah sempat silatuhrami ke rumahnya, jadi saling update lah," kata Sudirman.

    Dahlan Iskan hadir di acara pidato kebangsaan Prabowo yang digelar di Dyandra Convention Hall Jumat kemarin. Pendiri Jawa Pos Group itu bahkan berada di barisan tokoh-tokoh yang disebut Prabowo sebagai putra-putri terbaik bangsa. Mereka, kata Prabowo, adalah orang-orang yang telah membantunya selama ini dan akan berperan di pemerintahannya kemudian jika dia terpilih nenjadi presiden.

    Pertemuan dengan Dahlan juga diunggah di akun Twitter Sudirman Said pada Selasa, 9 April lalu. Dalan unggahannya, Sudirman menyatakan mengunjungi Dahlan di rumahnya bersama mantan Sekretaris Menteri BUMN Said Didu.

    "Silaturahim ke kediaman Pak @iskan_dahlan bersama @saididu, @masz_ton dan Mas Agung. Diskusi sambil menikmati Sego Sambel Ikan Pe Pasar Wonokromo, @surabaya yg josssss. Maturnuwun Pak, meskipun letih baru kembali dari manca negara mau menerima kunjungan kami," tulis Sudirman di akun Twitternya @sudirmansaid.

    Sudirman mengatakan kubu Prabowo-Sandiaga bersyukur atas dukungan Dahlan. Menurut dia, sebagai eks Menteri BUMN Dahlan ikut prihatian menyaksikan kondisi kementerian tersebut dan perusahaan-perusahaan pelat merah di bawahnya.

    "Pak Dahlan lihat ekonomi, BUMN, mobilisasi besar-besaran itu pasti beliau prihatin. Dan ya ke mana lagi kalau tidak menyalurkan aspirasinya," kata Sudirman.

    Dalam sambutannya di pidato kebangsaan Prabowo, Dahlan Iskan menceritakan kilas balik keputusannya mendukung Joko Widodo lima tahun lalu. Dahlan menilai visi revolusi mental dan pertumbuhan ekonomi Jokowi ketika itu hebat.

    Baca juga:  Gatot Nurmantyo Datang ke Pidato Kebangsaan Prabowo di Surabaya

    Dia pun berharap pendapatan per kapita masyarakat Indonesia bisa tumbuh dari US$ 5 ribu menjadi US$ 7 ribu per tahun dalam lima tahun ini dan menjadi US$ 9 ribu dalam lima tahun mendatang. Dia berpendapat hal itu terjadi Indonesia akan menjadi besar.

    "Tapi itu tidak terlaksana. Karena itu hari ini saya menjatuhkan pilihan kepada Pak Prabowo," kata Dahlan Iskan dalam sambutannya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.