WP KPK: Apa Salah Minta Presiden Ungkap Kasus Novel Baswedan?

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivis yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi Yogya melakukan aksi damai di depan Gedung Agung, Yogyakarta, Kamis 11 April 2019. Mereka menuntut presiden untuk membentuk tim gabungan pencari fakta yang independen untuk mengungkap kasus penyerangan Novel Baswedan. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

    Aktivis yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi Yogya melakukan aksi damai di depan Gedung Agung, Yogyakarta, Kamis 11 April 2019. Mereka menuntut presiden untuk membentuk tim gabungan pencari fakta yang independen untuk mengungkap kasus penyerangan Novel Baswedan. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (WP KPK) menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo atau Jokowi terkait penyelesaian kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan. Jokowi, saat ditanya wartawan mengatakan penyelesaian kasus itu sebaiknya ditanyakan kepada tim gabungan yang dibentuk Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

    Baca juga: Jokowi: Jangan Tanya Novel Baswedan ke Saya, Kejar Tim Gabungan

    Ketua WP KPK Yudi Purnomo mengatakan, telah bertemu dengan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Idham Azis pada akhir Maret 2019 lalu. "Kami tanya kepada Bapak Kabareskrim apakah pelakunya sudah ditangkap, dan dijawab belum ditangkap," ucap dia melalui keterangan tertulis, Sabtu, 13 April 2019.

    Sehingga, kata Yudi, WP KPK sudah secara inisiatif mendatangi Idham Azis sebelum diperintah oleh Jokowi. Selain itu, dengan belum tertangkapnya pelaku penyiraman, memperkuat argumentasi KPK, terutama Novel, bahwa sejak awal pengusutan kasus ini merupakan keniscayaan.

    "Apakah suatu kesalahan meminta kepada Presiden kasus tersebut segera diungkap setelah dua tahun masih gelap? Bukankah Bapak Presiden berjanji akan memperkuat KPK?" kata Yudi.

    Bertepatan dua tahun kasus Novel pada 11 April 2019, Jokowi justru enggan menanggapi kasus penyerangan kepada Novel Baswedan. Ia menyerahkan penyelesaian kasus itu kepada Tim Gabungan yang sebelumnya telah dibentuk.

    "Tanyakan pada mereka hasilnya seperti apa. Kejar mereka, hasilnya seperti apa. Jangan dikembalikan ke saya lagi. Apa gunanya sudah dibentuk tim gabungan seperti itu," kata Jokowi saat ditemui usai kampanye pencalonan presiden, di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat, 12 April 2019.

    Baca juga: Tuntutan Demo Tandingan 2 Tahun Novel Baswedan Dianggap Tak Jelas

    Tim gabungan ini kata Jokowi diisi oleh berbagai lembaga terkait seperti Polri, Ombudsman, juga dari KPK sendiri. "Tanyakan ke mereka. Belum ditanyakan ke sana, (sudah) ditanyakan ke saya," kata dia.

    Novel Baswedan diserang oleh orang tak dikenal pada 11 April 2017. Penyerangan ini terjadi setelah penyidik senior KPK ini pulang Salat Subuh di dekat rumahnya. Si penyerang menyiramkan air keras ke wajah Novel. Namun, hingga kini, polisi belum menangkap pelaku.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wacana Liberalisasi Penerbangan, Pemerintah Undang Maskapai Asing

    Pemerintah membuka wacana liberalisasi penerbangan dengan mengundang maskapai asing untuk mengoperasikan rute domestik demi memperketat kompetisi.