Kejutan Prabowo di Hari-hari Terakhir Menjelang Pencoblosan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kebangsaan di Hotel Dyandra, Surabaya, Jawa Timur, Jumat, 12 April 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Calon presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kebangsaan di Hotel Dyandra, Surabaya, Jawa Timur, Jumat, 12 April 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon presiden Prabowo Subianto mengeluarkan kejutan-kejutan terakhir menjelang hari pencoblosan pemilihan presiden atau Pilpres 2019 pada 17 April 2019. Setidaknya ada dua kejutan yang dimunculkan Prabowo beberapa hari menjelang pencoblosan.

    Baca juga: 2 Permintaan Abdul Somad Jika Prabowo Jadi Presiden

    Yang pertama adalah kemunculannya bersama penceramah Abdul Somad. Dalam sebuah siaran televisi, Prabowo tampak berbincang dengan pria yang akrab disapa Ustad Abdul Somad itu. Abdul Somad kepada Prabowo bercerita soal dakwahnya.

    Ia juga menceritakan banyaknya dukungan umat kepada Prabowo berdasarkan pengalamannya berceramah keliling Indonesia. "Itu rata-rata, dari ujung Aceh sampai Pulau Madura, sampai ke Sorong. Itu saya lihat umat berharap besar," ujar Somad sembari mencontohkan mengacungkan dua jari jempol dan telunjuk, saat berbincang dengan Prabowo.

    Ustaz Abdul Somad bertemu dengan Prabowo Subianto. (tangkapan layar video YouTube Indonesia AdilMakmur)

    Selama ini Abdul Somad belum terang benderang menyatakan ia berpihak kepada salah satu calon presiden. Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy beberapa waktu silam bahkan mengklaim tengah berupaya membawa Abdul Somad ke 'tengah". Lewat kader PPP asal Riau Rusli Effendi, Romahurmuziy melobi Abdul Somad.

    Setidaknya jika tak mendukung Jokowi, Romy meminta Abdul Somad tidak menunjukkan keberpihakannya kepada Prabowo Subianto di pemilihan presiden 2019 ini. Belakangan kabar lobi itu tak terdengar lagi. Romy kemudian ditangkap KPK dalam sebuah operasi tangkap tangan dan mundur dari Ketua Umum PPP.

    Kejutan kedua dibuat Prabowo saat melakukan pidato kebangsaan di Surabaya pada Jumat 12 April 2019. Saat itu Prabowo juga berencana mengumumkan puluhan nama tokoh yang selama ini mendukung dia.

    Saat Prabowo tengah berpidato, muncul mantan Panglima TNI Jenderal (Pur) Gatot Nurmantyo.
    Prabowo yang sedang di depan podium pun menghentikan sejenak pidatonya untuk menyebut nama Gatot. "Jenderal TNI purnawirawan Gatot Nurmantyo," kata Prabowo.

    Saat berbicara di podium, Gatot Nurmantyo mengaku dirinya dihubungi Prabowo untuk berbicara masalah kebangsaan.

    "Saya datang ke sini tidak ada lain karena merah putih, karena negara dan bangsa memanggil untuk negara, bangsa, rakyat Indonesia. Ada telepon dari beliau, Pak Prabowo meminta saya hadir untuk bicara masalah kebangsaan di sini," kata Gatot dalam pidatonya.

    Baca juga: Hashim Anggap Pertemuan Prabowo dan Abdul Somad Bersejarah

    Gatot Nurmantyo selama ini juga tak menunjukkan dukungannya ke salah satu calon. Bahkan ia pernah protes saat fotonya terpampang di baliho yang ada di pos pemenangan Prabowo - Sandiaga di Solo, Jawa Tengah. Gatot saat itu meminta baliho itu diturunkan sambil menyebut dirinya tidak pernah diberitahu soal pemasangan foto tersebut.

    Kemunculan Abdul Somad dan Gatot Nurmantyo di hari-hari terakhir menjelang pencoblosan pada 17 April 2019 dinilai sebagai strategi Prabowo untuk mengerek elektabilitasnya. Dalam survei terakhir yang diumumkan oleh SMRC, elektabilitas Ketua Umum Gerindra itu mengalami kenaikan sebesar 5,2 persen dari sebelumnya 31,8 persen menjadi 37 persen. Angka ini masih di bawah elektabilitas penantangnya, Jokowi yang ada di angka 57,6 persen.

    CAESAR AKBAR|BUDIARTI UTAMI PUTRI|FIKRI ARIGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.