Menteri Pertahanan Yakin Industri Pertahanan Akan Topang Ekonomi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu (kiri) menerima miniatur KRI Alugoro-405 dari Direktur Utama PT PAL  Budiman Saleh saat peresmian kapal selam tersebut di Dermaga Fasilitas Kapal Selam PT PAL di Surabaya, Kamis, 11 April 2019. Kapal selam diesel electric submarine U209/1400 itu diproduksi oleh PT PAL. ANTARA/Zabur Karuru

    Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu (kiri) menerima miniatur KRI Alugoro-405 dari Direktur Utama PT PAL Budiman Saleh saat peresmian kapal selam tersebut di Dermaga Fasilitas Kapal Selam PT PAL di Surabaya, Kamis, 11 April 2019. Kapal selam diesel electric submarine U209/1400 itu diproduksi oleh PT PAL. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, JakartaMenteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu optimistis pengembangan industri pertahanan akan menopang ekonomi nasional. “Di negara besar seperti Amerika, Rusia dan lain-lain itu ekonomi besarnya salah satunya dari industri pertahanan. Dia jual mahal lho. Sukhoi itu hampir Rp 1,5 triliun, bayangkan,” kata dia di Bandung, Jumat, 12 April 2019.

    Baca: Menhan: Kekuatan Pertahanan Indonesia Masuk 10 Besar Dunia

    Ryamizard mengatakan, Indonesia sudah mulai merintis untuk memproduksi sendiri sejumlah alat utama sistem senjata (Alutsista) yang dibutuhkan TNI. Dia mencontohkan, PT Pindad yang sudah mengembangkan Tank Medium bernama Harimau. Ia juga mencontohkan PT PAL yang mulai menjual kapal perang dan dalam waktu dekat akan memulai produksi kapal selam.

    “Kapal sudah jualan dengan Filipina, sudah dua, dan dipesan lagi. Malaysia Insya Allah. Dengan negara-negara Afrika juga. Itu kan pemasukan untuk negara,” kata Ryamizard.

    Ryamizard mengatakan, Indonesia sengaja mulai merintis produksi alutsista dari dalam negeri. “Alutsista itu mahal. Kalau kita bisa membuat sendiri, menutupi sendiri ongkosnya, kemudian kita jual, untungnya untuk negara,” kata dia.

    Namun, ia mengakui Indonesia masih harus mengimpor alutsista. “Pesawat terbang yang jet tempur, belum bisa kita buat. Tapi kemudian suatu hari, kenapa enggak? Harus kita kuasai semua,” kata Ryamizard.

    Ryamizard mengatakan, Indonesia sudah mematok target untuk bisa memproduksi pesawat tempur mandiri. “Insya Allah 2026, harus, pasti. Tapi harus hati-hati. Seperti Boeing Max itu jatuh melulu, kita harus hati-hati. Enggak boleh begitu. Jangan sampai sebelum perang jatuh sendiri, enggak boleh,” kata dia.

    Rymaizard mengatakan, kemampuan negara memproduksi sendiri alutsista penting. “Harus kita buat semua karena itu adalah efek deterant, tidak semua negara mampu membuat sendiri alutsista. Kita nanti mampu membuat sendiri semua alutsista. Alutsista darat, laut, udara mampu, lengkaplah itu,” kata dia.

    Simak juga: Menteri Pertahanan Terima Kapal Angkut Tank KRI Teluk Lada 521

    Ryamizard mengatakan, strategi pemenuhan sendiri alutsista ini yang dimaksud Presiden Jokowi untuk menopang ekonomi nasional.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.