Tim Polisi Akan Gelar Perkara Teror Novel Baswedan Akhir April

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivis yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi Yogya melakukan aksi damai di depan Gedung Agung, Yogyakarta, Kamis 11 April 2019. Mereka menuntut presiden untuk membentuk tim gabungan pencari fakta yang independen untuk mengungkap kasus penyerangan Novel Baswedan. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

    Aktivis yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi Yogya melakukan aksi damai di depan Gedung Agung, Yogyakarta, Kamis 11 April 2019. Mereka menuntut presiden untuk membentuk tim gabungan pencari fakta yang independen untuk mengungkap kasus penyerangan Novel Baswedan. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Gabungan yang dibentuk Markas Besar Polri akan menggelar gelar perkara perkembangan kasus penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan, pada akhir April 2019.

    Baca: Jokowi: Jangan Tanya Novel Baswedan ke Saya, Kejar Tim Gabungan

    Anggota tim gabungan, Nur Kholis, menuturkan mengatakan dalam waktu dekat akan ada gelar perkara untuk melaporkan perkembangan terkini penanganan perkara tersebut. "Akhir bulan ini kami akan gelar kasus atas temuan lapangan," ujar Nur Kholis melalui pesan teks, Jumat, 12 April 2019.

    Tim gabungan telah menguji alibi dan mendalami keterangan saksi di Maluku pada 8-10 April 2019. Langkah tersebut merupakan pengembangan dari uji alibi dan pendalaman saksi yang sebelumnya telah dilakukan di Malang pada 20 Maret 2019, Bekasi pada 27 Maret 2019, dan di Sukabumi pada 2 April 2019.

    Tim juga menggunakan metode scientific crime investigation. Selain itu, tim telah mendalami hasil penyidikan maupun laporan institusi lain terkait kasus ini. Dalam pengusutan kasus penyerangan ini, profesor ahli kimia dan dokter ahli mata juga telah dimintai keterangan oleh tim. 

    "Serta, memeriksa kembali jenderal dan beberapa anggota kepolisian," kata Nur Kholis lewat keterangan pers pada Rabu, 10 April 2019 . Ia menuturkan, tim telah bekerja sama dengan lembaga dari Inggris untuk memperjelas tayangan CCTV yang merekam aksi penyerangan terhadap Novel Baswedan.

    Langkah selanjutnya, kata Nur Kholis, timnya akan melakukan uji alibi dan pendalaman saksi di Jawa Tengah, bekerja sama dengan pihak lain, seperti Komnas HAM, Ombudsman, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), dan KPK.

    Simak juga: Tuntutan Demo Tandingan 2 Tahun Novel Baswedan Dianggap Tak Jelas

    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta masyarakat tak melempar bola panas penanganan kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan yang sudah dua tahun tak kunjung tuntas kepada dia. "Tanyakan pada mereka hasilnya seperti apa. Kejar mereka, hasilnya seperti apa. Jangan dikembalikan ke saya lagi. Apa gunanya sudah dibentuk tim gabungan seperti itu," kata Jokowi saat ditemui usai kampanye pencalonan presiden, di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat, 12 April 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.