Jokowi: Jangan Tanya Novel Baswedan ke Saya, Kejar Tim Gabungan

Aktivis yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi Yogya melakukan aksi damai di depan Gedung Agung, Yogyakarta, Kamis 11 April 2019. Mereka menuntut presiden untuk membentuk tim gabungan pencari fakta yang independen untuk mengungkap kasus penyerangan Novel Baswedan. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi enggan menanggapi kasus penyerangan kepada penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. Jokowi menyerahkan penyelesaian kasus itu kepada Tim Gabungan yang sebelumnya telah dibentuk.

Baca: Tuntutan Demo Tandingan 2 Tahun Novel Baswedan Dianggap Tak Jelas

"Tanyakan pada mereka hasilnya seperti apa. Kejar mereka, hasilnya seperti apa. Jangan dikembalikan ke saya lagi. Apa gunanya sudah dibentuk tim gabungan seperti itu," kata Jokowi saat ditemui usai kampanye pencalonan presiden, di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat, 12 April 2019.

Tim gabungan ini kata Jokowi diisi oleh berbagai lembaga terkait seperti Polri, Ombudsman, juga dari KPK sendiri. "Tanyakan ke mereka. Belum ditanyakan ke sana, (sudah) ditanyakan ke saya," kata dia.

Sudah dua tahun berlalu sejak Novel Baswedan diserang oleh orang tak dikenal pada 11 April 2017. Penyerangan ini terjadi setelah penyidik senior KPK ini pulang Salat Subuh di dekat rumahnya. Si penyerang menyiramkan air keras ke wajah Novel. Namun, hingga kini, polisi belum menangkap pelaku.

Koalisi masyarakat sipil yang banyak bersuara melawan korupsi tak berhenti menyindir polisi dan pemerintah yang gagal menangkap pelaku teror. Pada Kamis, 11 April 2019, ICW dan berbagai lembaga masyarakat sipil mendatangi kantor KPK menyelenggarakan panggung rakyat, orasi, dan deklarasi antikorupsi di lobi KPK.

Simak juga: Panggung Rakyat untuk Peringati 2 Tahun Teror Novel Baswedan

Selain dihadiri Novel Baswedan, acara itu juga diisi oleh musikus, gerakan mahasiswa, serikat buruh, dan banyak pendukung KPK lain.






Kuasa Hukum Sebut Kesehatan Lukas Enembe Membaik

5 jam lalu

Kuasa Hukum Sebut Kesehatan Lukas Enembe Membaik

Obat dari Singapura untuk Gubernur Papua Lukas Enembe telah tiba di Jayapura sejak tiga hari lalu. Kini kesehatannya membaik.


Mantan Pegawai KPK Minta Febri Diansyah Mundur dari Pengacara Putri Candrawathi

6 jam lalu

Mantan Pegawai KPK Minta Febri Diansyah Mundur dari Pengacara Putri Candrawathi

Yudi menyatakan Febri Diansyah dan Rasamala selama ini dipercaya publik, sebab itu dia meminta keduanya mundur dari pengacara Putri Candrawathi.


Johanis Tanak Mantan Jaksa, Anggota Komisi III: Lengkapi Komposisi Pimpinan KPK

6 jam lalu

Johanis Tanak Mantan Jaksa, Anggota Komisi III: Lengkapi Komposisi Pimpinan KPK

Menurut Benny, latar belakang Johanis Tanak sebagai jaksa bakal melengkapi komposisi pimpinan di lembaga antirasuah tersebut.


Bicara Peta Pilpres 2024, Cak Imin Tak Mau Model Konflik Pemilu 2019 Terulang

7 jam lalu

Bicara Peta Pilpres 2024, Cak Imin Tak Mau Model Konflik Pemilu 2019 Terulang

Cak Imin mendorong agar model-model konflik di masyarakat yang sempat terjadi pada Pemilu 2019 silam tak terulang lagi.


Bakrie Group Gelar Kompetisi Startup Nasional, Besok Masuk ke Babak Final

9 jam lalu

Bakrie Group Gelar Kompetisi Startup Nasional, Besok Masuk ke Babak Final

Bakrie Group mengadakan kompetisi I-Start sebagai wadah bagi anak muda dalam mengembangkan startup


Gantikan Lili Pintauli Jadi Pimpinan KPK, Johanis Tanak Usulkan Pendekatan Keadilan Restoratif

10 jam lalu

Gantikan Lili Pintauli Jadi Pimpinan KPK, Johanis Tanak Usulkan Pendekatan Keadilan Restoratif

Wakil Ketua KPK yang baru terpilih, Johanis Tanak, mengusulkan untuk menggunakan pendekatan keadilan restoratif dalam memberantas korupsi.


Begini Saran Eks Pegawai KPK untuk Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang: Mundur!

10 jam lalu

Begini Saran Eks Pegawai KPK untuk Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang: Mundur!

Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang menjadi kuasa hukum Putri candrawathi dan Ferdy Sambo. Begini kata sahabat-sahabatnya eks pegawai KPK, "Mundur!"


Johanis Tanak Terpilih Menjadi Wakil Ketua KPK Gantikan Lili Pintauli

11 jam lalu

Johanis Tanak Terpilih Menjadi Wakil Ketua KPK Gantikan Lili Pintauli

Johanis Tanak mendapat suara terbanyak dalam voting tertutup yang digelar Komisi III DPR. Setelah ini nama Johanis Tanak diserahkan ke Presiden.


Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang Kuasa Hukum Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo, Ini Respons Novel Baswedan

11 jam lalu

Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang Kuasa Hukum Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo, Ini Respons Novel Baswedan

Eks jubir KPK Febri Diansyah dan mantan penyidik KPK Rasamala Aritonang jadi pengacara Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo. Ini kata Novel Baswedan.


Calon Pimpinan KPK Johanis Tanak Sebut Pencegahan Korupsi jadi Skala Prioritas

11 jam lalu

Calon Pimpinan KPK Johanis Tanak Sebut Pencegahan Korupsi jadi Skala Prioritas

Johanis Tanak menjalani uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon pimpinan KPK penganti Lili Pintauli pada hari ini. Dia ungkap pentingnya pencegahan.