Merawat Persatuan dengan Seni Budaya Bernuansa Islami

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota MPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz menghadiri Pagelaran Seni Budaya (PSB) Islam yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Musri, Ciendog, Desa Kertajaya, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Kamis, 11 April 2019. (dok MPR RI)

    Anggota MPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz menghadiri Pagelaran Seni Budaya (PSB) Islam yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Musri, Ciendog, Desa Kertajaya, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Kamis, 11 April 2019. (dok MPR RI)

    INFO NASIONAL-- Anggota MPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz menghadiri Pagelaran Seni Budaya (PSB) Islam yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Musri, Ciendog, Desa Kertajaya, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Kamis, 11 April 2019. Acara yang digelar di lapangan pesantren yang didirikan oleh KH. Ahmad Faqih ini menampilkan diantaranya, Festival Hadroh, Terbangan, Marawis dan Nasyid yang diselenggarakan atas kerja sama Sekretariat Jenderal MPR dengan pengurus ponpes setempat.

    Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz yang hadir sekaligus membuka acara pagelaran ini menyampaikan bahwa, MPR menggelar Seni Budaya ini untuk mensosialisasikan Empat Pilar MPR RI yaitu Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. “Ini merupakan salah satu metode sosialisasi,” ujar anggota Fraksi PKB di MPR itu.

    Sebagai seni budaya yang benuansa Islam ini, Neng Eem menyebut penyampaian Empat Pilar lewat pertunjukan Seni Budaya juga digelar di banyak daerah. “Sehingga pementasan seni budaya oleh MPR beragam seperti Bhinneka Tunggal Ika,” katanya

    Di hadapan para santri serta masyarakat yang hadir, Neng Eem mengajak untuk mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila pada kehidupan sehari-hari. Untuk itu persatuan berbangsa melalui seni budaya ini harus dirawat dan dijaga. 

    Salah satu kiat untuk menjaga persatuan bangsa Indonesia, menurut Neng Eem adalah dengan mengamalkan Pancasila. Dari sinilah maka MPR melakukan sosialisasi hingga wilayah desa. “Sambil nonton Festival, mari kita laksanakan nilai-nilai kebangsaan yang terkandung dalam Pancasila,” ucapnya.

    Kepala Biro Humas MPR RI Siti Fauziah dalam sambutannya memaparkan MPR memiliki berbagai metode untuk mensosialisasi Empat Pilar. Disebut seperti cerdas cermat, outbond, debat, seminar, perkemahan hingga pentas kesenian tradisional."Kali ini lewat Seni Budaya Islam," ujarnya. 

    Sosialisasi melalui seni budaya islam serta melibatkan tokoh agama menurut Siti Fauziah sudah sering dilakukan oleh MPR dan metode ini efektif sebab dalam ceramah yang disampaikan tokoh agama, ulama, kiai, ada pesan tuntunan dan panutan kehidupan. "Sebagai sosok penting apa yang disampaikan tokoh agama pasti didengar dan dilakukan oleh para santri serta masyarakat," tuturmya.

    Sementara Pimpinan Ponpes Miftahul Huda Al Musri  Cianjur KH. Saeful Uyun, dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada Sekretariat Jenderal MPR sudah menyelenggarakan pagelaran seni budaya Islam ini. “Selain untuk Sosialisasi Empat Pilar juga ikut melestarikan seni budaya yang bernuansa islami,” tuturnya.

    Sosialisasi dan pertunjukan seni budaya Islam itu tak hanya menarik para santri namun juga mengundang ratusan masyarakat datang. Sehingga hari itu suasana di Pesantren Miftahul Huda Musri menjadi pusat keramaian yang meriah. 

    Hadir dalam pagelaran itu, selain Anggota MPR RI dari Fraksi PKB, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, Kepala Biro Humas MPR RI Siti Fauziah, juga hadir Kepala Bagian Pemberitaan, Hubungan Antar Lembaga dan Layanan Informasi Biro Humas MPR RI, Muhamad Jaya, Pimpinan Ponpes Miftahul Huda Al Musri  Cianjur KH. Saeful Uyun, serta ratusan santri dan masyarakat yang sangat antusias menyaksikan pagelaran ini. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.