JK Dikabarkan Marah Bantuan Korban Gempa Palu-Donggala Belum Cair

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla saat memberi keterangan pada wartawan di Kantor Presiden, Jakarta, 20 Desember 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    Wakil Presiden Jusuf Kalla saat memberi keterangan pada wartawan di Kantor Presiden, Jakarta, 20 Desember 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK marah lantaran bantuan untuk korban gempa Palu-Donggala, Sulawesi Tengah, tak kunjung cair. Hal ini diceritakan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono usai menghadiri rapat terbatas tentang progres penanganan gempa Sulawesi Tengah.

    Berita terkait: Kritik Infrastruktur Pemerintah, JK: Untuk Kebaikan

    Tadi pak JK sedikit marah karena ini sudah enam bulan masa masih verifikasi terus," kata Basuki di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Kamis, 11 April 2019.

    Basuki menuturkan salah satu yang JK kritik dalam rapat tersebut adalah tentang bantuan jaminan hidup (jadup) bagi korban. Bantuan jadup pemerintah pusat berikan lewat Kementerian Sosial.

    Menurut JK, seperti diceritakan Basuki, hal ini seharusnya sudah selesai. “Itu emergency (darurat). Itu sudah clear sejak Desember sampai sekarang, seharusnya jadubnya harus jalan," ucapnya.

    Selain itu, kata Basuki, JK menyoroti pula tentang bantuan Rp 50 juta untuk rekonstruksi rumah yang belum tersalurkan. JK meminta agar pekan depan korban gempa Sulawesi Tengah sudah bisa menerima bantuan tersebut. "Minggu depan harus keluar," tuturnya.

    Gempa bumi berkekuatan 7,4 skala richter mengguncang di Sulawesi Tengah pada 28 September silam. Kondisi kian diperparah dengan gelombang tsunami yang datang setelahnya.

    Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat per 28 Oktober 2018 total kerugian akibat bencana ini mencapai Rp 18,4 triliun. Sedangkan korban tewas mencapai 2.113 orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.