Jokowi Targetkan 55 Persen Suara di Jakarta, Prasetyo: Realistis

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo alias Jokowi berswafoto dengan pendukungnya usai berkampanye di Gelanggang Olah Raga (GOR) Ciracas, Jakarta Timur, Rabu malam, 10 April 2019. Acara ini berjudul

    Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo alias Jokowi berswafoto dengan pendukungnya usai berkampanye di Gelanggang Olah Raga (GOR) Ciracas, Jakarta Timur, Rabu malam, 10 April 2019. Acara ini berjudul "Silaturahmi Capres #01 Dengan Masyarakat se-Jakarta Timur." ANTARA/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi menargetkan 55 suara di Provinsi DKI Jakarta dalam pemilihan presiden 2019. Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma'ruf DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi mengatakan, target tersebut merupakan angka realistis mengingat Jokowi pernah memimpin ibu kota negara tersebut.

    Simak: Jokowi Minta Pendukungnya Jangan Hanya Bilang I Love You

    "Angkanya hampir sama dengan 2014, karena beliau pernah memimpin Jakarta dan masyarakat bisa merasakan lah (kinerja Jokowi)," ujar Prasetyo saat ditemui usai kampanye Jokowi di GOR Ciracas, Jakarta Timur pada Rabu malam, 10 April 2019.

    Prasetyo mengklaim, pada 2014 lalu, kartu jakarta pintar (KJP) dan kartu jakarta sehat (KJS) yang dikeluarkan era Jokowi memerintah di Jakarta berhasil mencuri hati masyarakat. Tiga "kartu sakti" yang ditawarkan Jokowi di pilpres ini pun dinilai bisa menarik simpati masyarakat. "Saya melihat animo masyarakat tinggi untuk melanjutkan pemerintahan Pak Jokowi ini," ujar dia.

    Saat berorasi di GOR Ciracas malam ini, Jokowi memang 'menjual' berbagai program dan kebijakan yang ia keluarkan saat menjabat menjadi Gubernur DKI Jakarta. Selain kartu-kartu, Jokowi juga mengingatkan masyarakat soal kebijakannya memerintahkan seluruh karyawan, organisasi, dan masyarakat Jakarta mengenakan pakaian khas Betawi, busana sadariah untuk kaum laki-laki dan kebaya encim untuk perempuan di hari tertentu. Kebijakan itu dia keluarkan pada 2012 silam.

    "Sampai sekarang alhamdulillah masih dipakai terus, karena kita ingin budaya Betawi tetap hidup di tengah era modernisasi ini," ujar Jokowi.

    Simak: Jokowi Kampanye di Jakarta Timur, Tribun GOR Ciracas Tak Penuh

    Untuk itu, Jokowi optimistis menargetkan 55 persen suara di DKI Jakarta dalam pemilihan presiden 2019. "Ingat, 55 persen itu minimal. Pak Ketua, Pak Ketua, Pak Ketua, nanti 17 april sore saya telpon, DKI jakarta dapet berapa persen? Begitu nanti di bawah 50 persen, awas Pak Ketua," ujar Jokowi kepada Prasetyo Edi yang berada di hadapannya.

    "Siap," ujar Prasetyo sambil memasang posisi hormat kepada Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Diduga Ada Enam Perkara Di Balik Teror Terhadap Novel Baswedan

    Tim gabungan kepolisian menyebutkan enam perkara yang ditengarai menjadi motif teror terhadap Penyidik KPK Novel Baswedan.