Penasihat Minta Ketua KPK Serius Tanggapi Petisi Pegawai

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK, Agus Rahardjo memberikan keterangan terkait OTT Bupati Pakpak Bharat, saat konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, Ahad, 18 November 2018. Agus mengatakan Remigo diduga telah menerima Rp 550 juta dalam beberapa kali transaksi. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua KPK, Agus Rahardjo memberikan keterangan terkait OTT Bupati Pakpak Bharat, saat konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, Ahad, 18 November 2018. Agus mengatakan Remigo diduga telah menerima Rp 550 juta dalam beberapa kali transaksi. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Budi Santoso akan menemui Ketua KPK Agus Rahardjo guna membahas petisi pegawai. Dia akan meminta Agus memberikan perhatian serius terkait petisi tersebut.

    "Agar implikasinya tidak sampai makin merugikan KPK secara kelembagaan," kata Budi saat dihubungi, Rabu, 10 April 2019.

    Berita terkait: 5 Poin Petisi Pegawai KPK Soal Hambatan yang Dikeluhkan Penyidik

     

    Petisi yang dimaksud Budi, dibuat oleh 114 penyidik dan penyelidik KPK. Petisi itu dikirim ke pimpinan KPK pada akhir Maret 2019.

    Dalam petisi itu, pegawai menyampaikan lima poin keberatan terkait hambatan penanganan perkara di tingkat kedeputian penindakan, tingkat kebocoran yang tinggi dalam penyelidikan dan penyidikan korupsi dan perlakuan khusus kepada saksi.

    Pegawai juga merasa kesulitan penggeledahan dan pencekalan, serta pembiaran dugaan pelanggaran berat.

    Budi menganggap lima poin yang disampaikan dalam petisi tersebut masalah serius. Sebab, ada banyak penyidik dan penyelidik yang menandatangani petisi tersebut. "Berarti memang sudah serius persoalannya," kata dia.


  • KPK
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.