Bambang Widjojanto Anggap 5 Poin Petisi Pegawai KPK Mengerikan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto menjawab pertanyaan wartawan sebelum meninggalkan gedung KPK, Jakarta, 4 Maret 2016. Kedatangan Bambang Widjojanto Abraham Samad guna bersilatuhrahmi dengan Pimpinan dan karyawan KPK. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto menjawab pertanyaan wartawan sebelum meninggalkan gedung KPK, Jakarta, 4 Maret 2016. Kedatangan Bambang Widjojanto Abraham Samad guna bersilatuhrahmi dengan Pimpinan dan karyawan KPK. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan wakil ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto menilai 5 poin dalam petisi pegawai KPK sebagai hal yang mengerikan. Pasalnya, petisi itu bukan hanya menyinggung isu integritas, tapi ada dugaan perintangan penyidikan atau obstruction of justice.

    Baca: BW Anggap Kasus Bowo Sidik Merusak Nama Baik Jokowi

    "Ada indikasi kuat suatu upaya untuk menghambat proses pemeriksaan yang tengah dan akan dilakukan oleh penyelidik dan penyidik KPK," kata Bambang saat dihubungi, Rabu, 10 April 2019.

    Sebelumnya, sejumlah pegawai KPK mengirim petisi ke pimpinan pada akhir Maret 2019. Petisi itu berisi 5 poin, yakni kerap muncul hambatan penanganan perkara di tingkat kedeputian penindakan, tingkat kebocoran yang tinggi dalam penyelidikan dan penyidikan korupsi, perlakuan khusus kepada saksi, kesulitan penggeledahan dan pencekalan, serta pembiaran dugaan pelanggaran berat.

    Bambang menuturkan hal lain yang mengerikan adalah pihak yang diduga melakukan perintangan penyidikan justru dari unsur pimpinan KPK sendiri. Semua tindakan yang dikualifikasi sebagai obstruction of justice, kata dia, adalah kejahatan dan dapat dikenakan pasal tindak pidana korupsi.

    "Petisi ini adalah masalah serius, siapapun yang melakukan OJ, termasuk Pimpinan KPK dapat dikenakan pasal kejahatan yang berkaitan dengan korupsi," kata dia.

    Baca: Bambang Widjojanto Tonton Langsung Debat Capres Perdana

    Bambang meminta pimpinan memperhatikan petisi tersebut dan segera menindaklanjutinya. Dia mengatakan bila pimpinan mengabaikan protes ini maka mereka bisa dianggap telah merusak marwah KPK. "Segera lakukan review untuk segala informasi dan harus melibatkan melibatkan pihak yang sangat independen," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.