FPI Yogya Laporkan Bentrok Simpatisan di Markasnya ke Polisi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Konvoi masa PDIP menyerang bekas markas FPI di jalan Wates Yogyakarta, Siang, 7 April 2019. Instagram/@istqmh.id

    Konvoi masa PDIP menyerang bekas markas FPI di jalan Wates Yogyakarta, Siang, 7 April 2019. Instagram/@istqmh.id

    TEMPO.CO, Jakarta - Front Pembela Islam atau FPI DIY-Jateng resmi melaporkan kejadian bentrok dengan kelompok yang diduga simpatisan PDI Perjuangan pada Ahad, 8 April 2019 kepada pihak kepolisian.

    Baca juga: Polisi: Anggota FPI Buat Video Hina Jokowi Usai Acara Sandiaga

    Bentrok terjadi di markas FPI DIY-Jateng di Padukuhan Ngaran, Balecatur, Gamping, Sleman. Lokasi tersebut merupakan rumah Ketua FPI DIY-Jateng Bambang Teddy merangkap posko cabang pemenangan Prabowo di Sleman.

    Markas FPI DIY Jawa Tengah di Padukuhan Ngaran Balecatur Gamping Sleman yang menjadi lokasi bentrok itu sekaligus kediaman Ketua FPI DIY Jawa Tengah Bambang Teddy dan posko cabang pemenangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto di Sleman.

    Laporan itu dilakukan kuasa hukum Ketua FPI DIY Jawa Tengah Bambang Teddy, Agung Wijaya Wardana ke Kepolisian Sektor (Polsek) Gamping Kabupaten Sleman, Yogyakarta Selasa petang 9 April 2019.

    "Kami harap dari laporan ini pihak kepolisian bisa mengusut perkara itu hingga tuntas," ujar Agung saat dihubungi Tempo Rabu 10 April 2019.

    Saat kejadian bentrok disebutkan di markas yang merangkap jadi posko pemenangan capres 02 itu sedang tidak ada kegiatan apa-apa. Namun ketika ada rombongan simpatisan melintas lewat jalan Yogya Wates itu muncul provokasi dari pihak oknum simpatisan PDIP sehingga berujung bentrok.

    Agung menuturkan dalam peristiwa bentrok itu setidaknya ada dua unit mobil terkena sasaran serangan dan dua kaca sebuah rumah kerabat kliennya ikut pecah karena lemparan batu dari massa yang diduga simpatisan PDI Perjuangan.

    "Kami sebut pelakunya oknum simpatisan PDIP, karena dalam situasi sekarang siapa saja bisa memakai atribut apa saja, yang jelas ada kasus perusakan," ujar Agung.

    Agung menambahkan pihaknya dalam laporan itu menyertakan tiga buah rekaman video bentrok yang berasal dari CCTV akses masuk Padukuhan Ngaran dan video amatir.

    Agung menambahkan dasar pelaporan pihaknya karena menduga adanya unsur tindak pidana perusakan secara bersama-sama yang diduga dilakukan oleh simpatisan parpol tertentu.

    Baca juga: Massa PDIP di Yogya Klaim Lebih Dulu Dilempari Batu oleh FPI

    Pihak kuasa hukum FPI dalam laporannya itu menilai ada pelanggaran dari Pasal 406 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana(KUHP) tentang pengrusakan barang milik orang lain secara sengaja.

    "Dari kami yang penting sudah membuat laporan, tinggal polisi menindaklanjutinya, sehingga kejadian ini menjadi jelas dan tak dijadikan alat memecah belah, " ujarnya.

    Agung memastikan dalam kasus bentrok itu dari pihak kliennya tak ada korban luka maupun jiwa. Namun pihaknya tetap berharap pelaku perusakan dapat diproses hukum.

    Pihaknya pun juga telah menyiapkan sekitar empat orang saksi yang saat kejadian berada di lokasi.

    Dalam laporan ke polisi itu turut pula perwakilan FPI Sragen, Sukoharjo dan Klaten Jawa Tengah.

    Sebelumnya dalam keterangannya, PDIP Yogya telah menerima klarifikasi dari salah satu laskarnya Tentara Langit terkait bentrok yang melibatkan anggotanya.

    Bentrok di markas FPI Yogya, versi PDIP terjadi setelah rombongan simpatisannya yang hendak mengikuti kampanye di Kulonprogo dilempari batu ketika melintasi markas FPI sehingga membuat rombongan bagian belakang berhenti dan membalas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban, Tersangka, Barang Bukti, dan Lokasi Kerusuhan 22 Mei 2019

    Kerusuhan 22 Mei 2019 di Ibu Kota bermula dari unjuk rasa penolakan hasil pilpres 2019 di depan gedung Bawaslu, Jakarta, sejak sehari sebelumnya.