Prabowo Gebrak Podium, Fadli Zon: Pemimpin Uni Soviet Juga Pernah

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto (kiri) menyampaikan pidato saat kampanye terbuka di Stadion Pakansari, Bogor, Jumat, 29 Maret 2019. Kampanye ini dihadiri para juru kampanye seperti, Fadli Zon, Neno Warisman, Faldo Maldini, Haikal Hasan, Rachmawati Soekarnoputri, dan sebagainya. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto (kiri) menyampaikan pidato saat kampanye terbuka di Stadion Pakansari, Bogor, Jumat, 29 Maret 2019. Kampanye ini dihadiri para juru kampanye seperti, Fadli Zon, Neno Warisman, Faldo Maldini, Haikal Hasan, Rachmawati Soekarnoputri, dan sebagainya. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Fadli Zon, menyinggung aksi pemimpin Uni Soviet Nikita Krushchev di sidang Perserikatan Bangsa Bangsa tahun 1960. Hal ini disampaikan Fadli sekaligus menanggapi aksi gebrak mimbar yang dilakukan Prabowo saat pidato kampanye di Stadion Kridosono, Yogyakarta, Senin kemarin, 8 April 2019.

    Baca: Prabowo: Emak-emak Ingin Pemimpin Sopan atau Apa Adanya?

    Menurut Fadli, aksi gebrak podium yang dilakukan Prabowo itu merupakan spontanitas, bentuk ekspresi, dan dinamika panggung. Dia pun menyebut aksi Prabowo itu sebagai hal yang biasa saja.

    "Ya biasa saja, biasa kok gebrak-gebrak kaya begitu malah di PBB itu pernah ada Krushchev pakai sepatunya digebrak-gebrakan ke panggung, biasa saja itu. Malah itu jadi historycal moment," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 9 April 2019.

    Aksi gebrak meja Krushchev yang dimaksud Fadli terjadi saat sidang umum PBB ke-15 pada 12 Oktober 1960. Dalam sidang itu, Krushchev beradu pendapat dengan kepala delegasi Filipina Lorenzo Sumulong. Kruschchev emosional lantaran Sumulong menyindir Uni Soviet sebagai negara penjajah. Namun, ada versi lain yang menyebut Krushchev tak membanting sepatunya di mimbar, melainkan di meja delegasi.

    Adapun Prabowo tampak pidato dengan berapi-api saat berkampanye di Stadion Kridosono, Yogyakarta. Prabowo juga berulang kali menggebrak mimbar tempatnya berpidato dengan keras ketika mulai menyinggung tentang peranan aparat negara khususnya tentara dan polisi.

    "Hai, adik-adikku, Kau yang ada di tentara dan kepolisian yang masih aktif, ingat Kau adalah tentara rakyat!" ujar Prabowo dengan suara tinggi.

    Prabowo mengungkapkan bahwa tentara dan polisi seharusnya bisa menjadi aparatur negara yang mengabdi semata kepada rakyat. "Kau adalah polisinya rakyat, seluruh rakyat Indonesia. Kau tidak boleh mengabdi kepada segelintir orang, apalagi sampai kau membela antek-antek asing, apalagi kau bela-bela antek-antek..." ujar Prabowo sembari menggebrak mimbar pidatonya berulangkali di tengah makin riuhnya teriakan massa.

    Simak juga: Gebrak Podium, Fadli Zon: Gaya Orasi Prabowo Selevel Bung Karno

    Di sela kalimat Prabowo yang terputus di akhir itu, politikus senior Partai Amanat Nasional Amien Rais serta tokoh PPP Yogya Syukri Fadholi yang awalnya duduk di belakang Prabowo, sontak maju mendekati dan menenangkan pendiri Partai Gerindra itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.