Polisi Selidiki Pelaku Penganiayaan Pendukung Prabowo

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto berorasi saat kampanye akbar bertajuk

    Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto berorasi saat kampanye akbar bertajuk "Indonesia Menang bersama Prabowo Subianto" di Stadion Kridosono, Yogyakarta, Senin, 8 April 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kapolresta Yogyakarta Komisaris Besar Armaini menuturkan pihaknya tengah menyelidiki pelaku penganiayaan terhadap dua pendukung calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, yakni Muklis (23 tahun) dan Suhadi (24). "Saat ini masih proses lidik," kata Armaini melalui pesan teks, Selasa, 9 April 2019.

    Baca: Usai Kampanye, Pendukung Prabowo Alami Penganiayaan

    Muklis dan Suhadi dikeroyok oleh orang tak dikenal saat perjalanan pulang setelah mengikuti kampanye di Stadion Kridosono Yogyakarta, Senin 8 April 2019. Muklis menyebut dirinya telah dipukuli, ditembak dengan senjata air softgun, diketapel, lalu dipaksa penganiayanya untuk mengacungkan tangan menbentuk kode satu jari. Tak hanya itu, para penganiaya juga disebut telah memaksa mereka melepas ikat kepala yang bertuliskan Prabowo - Sandi.

    Adapun kronologi penganiyaan simpatisan itu awalnya ketika keduanya pulang seusai menghadiri kampanye terbuka calon presiden Prabowo di Stadion Kridosono sekitar pukul 15.30 WIB. Kedua korban berboncengan menggunakan sepeda motor itu melintas di Jalan Mataram atau timur jalan Malioboro.

    Tonton: Aksi Prabowo Pukul Podium Saat Kampanye Ditenangkan Amien Rais

    Sesampai di Jalan Mataram, tepatnya di depan toko sepatu belakang Hotel Inna Garuda, tiba tiba keduanya dihentikan paksa tiga pria yang tak mereka kenal.

    Oleh para penghadangnya, keduanya dipaksa mengacungkan tangan membentuk satu jari dan melepas ikat kepala yang bertuliskan Prabowo - Sandi. Lalu seorang penganiaya memukul hidung korban Muklis dan mengeluarkan senjata air softgun lalu menembakkannya hingga mengenai bahu kiri Muklis bagian atas. Penganiaya lain mengeluarkan semacam ketapel dan mulai mengetapel sampai mengenai jari telunjuk sebelah kiri rekan Muklis, Suhadi.

    Setelah melakukan penganiayaan itu, para pelaku langsung melarikan diri masuk ke dalam kampung Cokrodirjan di dekat daerah itu. Kedua korban lantas melanjutkan perjalanan dan sesampai di simpang empat Gondomanan korban meminta pertolongan di pos polisi Gondomanan.

    Korban lantas dibawa ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta untuk mendapatkan tindakan medis.

    Baca: Prabowo: Para Elit Itu Suka Bohong, Bohong, Bohong

    Atas insiden penganiayan itu Muklis mengalami luka tembak airsoftgun di bahu kiri serta mengalami mimisan di bagian hidung akibat kena pukulan pelaku. Sedangkan rekannya, Suhadi mengalami luka bengkak jari telunjuk kiri akibat kena ketapel pelaku.

    ANDITA RAHMA | PRIBADI WICAKSONO 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perolehan Kursi DPR Pemilu 2019, Golkar dan Gerinda di Bawah PDIP

    Meski rekapitulasi perolehan suara Golkar di Pileg DPR 2019 di urutan ketiga setelah PDIP dan Gerindra, namun perolehan kursi Golkar di atas Gerindra.