La Saudi Tewas Digigit Buaya di Kali Kioko Sultra

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi buaya muara. wikipedia.org

    Ilustrasi buaya muara. wikipedia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - La Sudi bin Alaika (46) warga Kioko, Kelurahan Bonegunu, Kecamatan Bonegunu, Kabupaten Buton Utara (Butur), Sulawesi Tenggara (Sultra) tewas usai dimangsa buaya di Kali Kioko.

    Baca juga: Singkawang Mencari Pawang yang Bisa Menangkap 4 Buaya di Sungai

    Kapolsek Bonegunu Iptu Sunarton ketika dikonfirmasi Tempo membenarkan peristiwa nahas yang meninpa La Saudi. Kejadian itu terjadi Senin, 8 April sekitar pukul 2 siang. Menurut Sunarton, La Saudi tewas diterkam buaya saat tengah melintasi Kali Kioko menggunakan rakit kayu bersama tiga kawannya. Saat melintasi sungai ketinggian air saat itu sebatas lutut orang dewasa. Dalam perjalanan, tiba-tiba muncul seekor buaya dari dalam air dan langsung menerkam kaki korban.

    "Jadi korban ini awalnya digigit pada bagian kakinya dan terjatuh serta terbanting. Kemudian ada seekor buaya lagi datang menerkam dan menggigit korban pada bagian perut dan sekitar kemaluan. Jadi ada dua ekor buaya yang gigit korban," jelas Sunarton saat dikonfirmasi melalui telepon seluler.

    Melihat La Saudi digigit buaya, ketiga rekan korban langsung membantu. La Dedi membantu menarik tangan korban dan dua rekan lainnya La Bemba dan La Ela mencoba mengusir dua ekor buaya tersebut.

    Baca juga: Kerap Disambangi, Sungai Siak Perlu Dipasangi Rambu Bahaya Buaya

    "Tiga orang teman korban ini berhasil mengusir kedua buaya tersebut dan mengangkat korban menuju pinggir kali Kioko. Karena melihat korban mengalami luka yang cukup parah di bagian kaki, perut dan kemaluan korban, mereka langsung membawanya ke rumahnya, hanya saja korban meninggal dunia dalam perjalanan karena kehabisan darah," jelasnya.

    Sunarton menghmbau, bagi warga sekitar Kali Kioko yang melintasi kali agar berhati-hati. Berdasarkan pengakuan warga, di Kali Kioko warga memang kerap melihat buaya muncul di aliran kali tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.