2 Tahun Kasus Novel Baswedan, Kelompok Ini Ajak Subuh Berjamaah

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivis yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi menggelar aksi diam di depan gedung KPK, Jakarta, Selasa, 12 Maret 2019. Aksi solidaritasi itu untuk memperingati 700 hari penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. TEMPO/Imam Sukamto

    Aktivis yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi menggelar aksi diam di depan gedung KPK, Jakarta, Selasa, 12 Maret 2019. Aksi solidaritasi itu untuk memperingati 700 hari penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekelompok orang yang menamakan diri Kaukus Pendukung Penuntasan Kasus Novel menggagas Gerakan Subuh Berjamaah: Solidaritas Penegakan Hukum untuk Novel Baswedan. Gerakan itu direncanakan berlangsung pada 11 April 2019, tepat dua tahun sejak Novel diserang air keras seusai salat subuh di dekat rumahnya.

    Baca juga: 2 Tahun Teror Novel Baswedan Diperingati dengan Panggung Rakyat

    "Ini seruan gerakan moral, karena selama dua tahun kasusnya belum tuntas, pembentukan tim independen juga belum jelas," kata salah satu penggagas gerakan ini, Agus Salim Thoyib dihubungi, Senin, 8 April 2019.

    Agus menuturkan gerakan ini tercetus saat berdiskusi dengan sepuluh temannya. Dia mengatakan dirinya dan sepuluh kawannya sama-sama aktivis muda di Nahdlatul Ulama. Agus sendiri mengaku pernah menjadi asisten pribadi Said Aqil Siradj saat menjadi Ketua Umum Pengurus Besar NU.

    Agus mengaku kenal dengan Novel di Masjid Al Ihsan. Dia mengatakan sering mengisi khutbah salat Jumat di masjid yang letaknya dekat rumah Novel di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Pada 11 April 2017, seusai salat subuh di sana, dua orang tak dikenal menyiram wajah Novel dengan air keras. Hingga sekarang pelakunya belum tertangkap.

    Terlunta-luntanya kasus inilah yang membuat Agus dan kawan-kawannya kemudian menggagas gerakan salat subuh berjamaah. Agus mengatakan gerakan ini tak terpusat di satu tempat. Setiap orang di mana saja, kata dia, bisa melakukan gerakan solidaritas ini. "Intinya setelah salat subuh kami mengajak masyarakat berdoa untuk penuntasan kasus ini," kata dia.

    Baca juga: Novel Baswedan: Momen Pilpres Saat Tepat Tagih Penuntasan Kasus

    Agus sendiri akan melakukan gerakan yang dia gagas di musala dekat rumahnya di Pondok Petir, Bojongsari, Depok, Jawa Barat. Di sana, dia biasa menjadi imam salat subuh. Sementara, 10 kawannya yang lain akan mengajak masyarakat mendoakan Novel di masjid dan musala dekat rumahnya masing-masing. "Saya harap masyarakat lainnya juga bisa mendoakan Pak Novel di manapun mereka salat subuh," kata dia.

    Dia berharap melalui doa masyarakat, Allah akan memberikan ketabahan kepada Novel Baswedan. Dia juga berharap doa orang banyak akan menggugah kesadaran pemerintah dan penegak hukum untuk menuntaskan kasus ini.
    "Doa masyarakat luas saya harap dapat memberikan kesembuhan Novel dan mendorong penegak hukum menangkap para pelajar dan aktor intelektual di balik kasus ini," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.