Demokrat Sampaikan Protes SBY ke Kubu Prabowo H-1 Kampanye Akbar

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) dan Calon Presiden Prabowo Subianto (kanan) memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan di kediaman SBY di Mega Kuningan, Jakarta, 21 Desember 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) dan Calon Presiden Prabowo Subianto (kanan) memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan di kediaman SBY di Mega Kuningan, Jakarta, 21 Desember 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jendral Partai Demokrat Hinca Pandjaitan menyebutkan surat yang ditulis Susilo Bambang Yudoyono (SBY) terkait kritikan terhadap konsep kampanye akbar sudah disampaikan ke calon presiden 02 Prabowo Subianto. Surat tersebut disampaikan sehari sebelum kampanye akbar di Gelora Bung Karno digelar pada Ahad, 7 Maret 2019.

    Baca: Kampanye Akbar Prabowo di GBK dan Gaung Isi Surat SBY

    "Kami berkomunikasi dan menyampaikan pesan itu pada pasangan capres 02, tentu kami juga berkomunikasi dengan Sekjen Gerindra. Poinnya kami sampaikan,” ujar Hinca saat menggelar jumpa pers di Kantor DPP Demokrat, Jakarta Pusat, Senin, 8 April 2019.

    Hinca mengatakan, SBY dan petinggi Partai Demokrat baru mengetahui konsep kampanye tersebut di hari-hari terakhir sebelum kampanye akbar. Saat itu juga SBY langsung mengirimkan surat yang hanya ditujukan kepada tiga petinggi Demokrat. Surat tersebut bertujuan untuk memberi masukan kepada calon presiden 02 Prabowo Subianto agar tidak menggelar kampanye yang eksklusif.

    "Kita baru ketahui di ujung-ujung, sekitar hari Sabtu. Saya dapat laporan temen-temen tapi tidak tahu detailnya. Tapi kalau ada di GBK, tanggal sekian, kita tahu,” katanya.

    Dalam isi surat yang menyebar sejak Ahad, 7 April 2019 tersebut, SBY menyinggung salah satu topik perihal persatuan. Ia menganjurkan sebaiknya kampanye mengusung inklusifitas, kebhinnekaan, kemajemukan, dan persatuan, serta kesatuan "Indonesia untuk Semua".

    "Cegah demonstrasi apalagi show of force identitas, baik yang berbasiskan agama, etnis serta kedaerahan, maupun yang bernuasa ideologi, paham dan polarisasi politik yang ekstrem," kata SBY.

    SBY mengatakan siapa pun presiden terpilih nantinya akan menjadi pemimpin bagi seluruh masyarakat Indonesia. Maka dari itu, SBY mengingatkan, kampanye nasional pun harus dikemas dengan mengusung prinsip "Semua untuk Semua". Dia mengatakan presiden yang mengusung prinsip tersebut akan menjadi pemimpin yang kokoh.

    Sebaliknya, kata SBY, pemimpin yang mengedepankan identitas atau gemar menghadapkan identitas yang satu dengan yang lain, yang menarik garis tebal "kawan dan lawan" untuk rakyat, hampir pasti akan menjadi pemimpin yang rapuh.

    Baca juga: AHY Tak Keberatan Surat Internal SBY Bocor ke Publik

    Surat SBY ditujukan kepada tiga pejabat teras partainya, yakni Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsudin, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan, dan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan. Surat bertanggal 6 April itu ditulis dari National University Hospital, Singapura.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.