Begini Kronologi Penyerangan Markas FPI di Yogyakarta

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan kepolisian berjaga area markas FPI di Jalan Yogya Wates itu mencegah bentrok susulan yang sempat terjadi antara massa diduga simpatisan PDIP di Jawa Tengah, Ahad, 7 April 2019. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    Ratusan kepolisian berjaga area markas FPI di Jalan Yogya Wates itu mencegah bentrok susulan yang sempat terjadi antara massa diduga simpatisan PDIP di Jawa Tengah, Ahad, 7 April 2019. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Simpatisan PDI Perjuangan terlibat bentrokan dengan massa yang berada di area markas Front Pembela Islam atau FPI DIY-Jawa Tengah yang berada di Jalan Yogya-Wates km 8 Padukuhan Ngaran Balecatur, Gamping, Sleman, Yogyakarta, Ahad 7 April 2019.

    Baca juga: Polisi: Anggota FPI Buat Video Hina Jokowi Usai Acara Sandiaga

    Saksi mata yang tinggal di komplek dekat markas FPI, Anton Prabu Semendawai, menuturkan kejadian bentrok berlangsung sekitar pukul 11.00 WIB.

    Saat itu Anton sedang menerima tamu di rumahnya. Ia kaget bukan kepalang ketika tiba tiba puluhan massa sudah masuk ke area dalam kampung di mana terdapat markas FPI itu.

    "Jam 11 an tiba tiba sudah banyak massa masuk sampai depan (markas FPI) lalu mulai merusak, tamu saya yang bawa anak juga shock dengan peristiwa mendadak itu," ujar Anton.

    Anton menutrkan ada setidaknya satu unit mobil jeep milik FPI yang dirusak massa sebelum akhirnya aksi massa itu berhasil dihalau kepolisian.

    Tonton: Bentrok Massa FPI dan PDIP di Yogyakarta Terpicu oleh Hal Ini

    "Saat itu di area kampung (saat massa merangsek) hanya ada sekitar sepuluh orang warga saja, jadi benar-benar kaget," ujarnya.

    Pihaknya menduga massa simpatisan PDIP itu tengah dalam perjalanan untuk menghadiri kampanye akbar Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Maruf DIY yang dilangsungkan di Alun Alun Kulonprogo. Lalu berhenti saat melintasi depan padukuhan Ngaran lalu menyerang markas FPI.

    Kampanye TKD di Kulonprogo sendiri dihadiri ribuan relawan, simpatisan, kader dari sembilan partai pendukung Jokowi-Maruf se DIY mengikuti kampanye terbuka itu.

    "Alhamdullilah tak ada korban luka, tapi tak menyangka bakal seperti ini," ujarnya.

    Bentrok nyaris kembali terjadi pada sore pasca bubarnya acara kampanye terbuka di Kulonprogo.

    Baca juga: Polisi Tangkap Dua Anggota FPI Tersangka Penghina Jokowi

    Simpatisan PDI Perjuangan yang melakukan perjalanan pulang menuju arah Yogya lewat secara berkelompok melintasi Jalan Yogya-Wates Km 8. Saat rombongan simpatisan PDIP dalam jumlah besar melintas, sebagian kembali melempari arah markas FPI dari jalan raya.

    Kondisi lalu lintas yang padat itu sempat memanas manakala para simpatisan PDIP lain ikut berhenti dan melempari markas FPI.

    Ratusan polisi yang berjaga berhasil menghalau massa simpatisan agar kembali melanjutkan perjalanan. Lalu lintas berangsur normal meski jalan masuk kampung tempat markas FPI tetap dijaga ketat kepolisian.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.