Novel Baswedan: Copot Kapolri Jika Tak Bisa Ungkap Kasus Saya

Sejumlah pegawai KPK dan aktivis yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi menggelar aksi diam di depan gedung KPK, Jakarta, Selasa, 12 Maret 2019. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Teror penyiraman air keras kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan akan genap dua tahun pada 11 April 2019. Hingga sekarang, polisi belum juga membongkar siapa pelaku penyiraman. 

Baca: 2 Tahun Teror Novel Baswedan Diperingati dengan Panggung Rakyat

Peringatan dua tahun teror terhadap Novel akan jatuh berdekatan dengan gelaran Pemilihan Presiden 2019 pada 17 April nanti. Novel mengatakan hal itu memberikan harapan agar perkara ini tuntas. “Saat kampanye itu waktu yang tepat untuk mempertanyakan. Karena saat kampanye para calon berjanji, janji ini yang saya harapkan,” kata Novel ditemui di pusat perbelanjaan, di Jakarta Selatan pada Sabtu, 6 April 2019.

Berikut adalah wawancara dengan Novel:

Bagaimana kondisi mata Anda?
Alhamdulillah saya stabil dan baik. Dengan keadaan tertentu saya dapat melihat dan membaca dengan baik. Memang terus butuh perawatan untuk menjaga agar tetap baik dan jaringan-jaringan mata yang tumbuhnya tidak sesuai dengan tempatnya perlu dipotong.

Terakhir kali Anda periksa di Singapura, apakah dokter menyampaikan ada peluang untuk sembuh total?
Enggak bisa, seperti sebelumnya enggak bisa. Yang bisa adalah mengoptimalkan keadaan yang sekarang untuk melihat lebih baik.

Apakah kondisi mata mempengaruhi kinerja Anda di KPK?
Pasti mempengaruhi, tidak mungkin enggak. Kemampuan membaca saya jadi lebih terbatas. Melihat jadi lebih sempit. Saya punya tim di KPK. Saya biasa mengambil peran dalam analisis dan hal-hal yang bisa dilakukan dengan kendala saya yang ada.

Masih turun langsung ke lapangan?
Kegiatan di lapangan masih saya lakukan. Hanya kalau dalam memeriksa saksi atau tersangka, saya tidak melakukannya sepanjang waktu, saya didampingi rekan. Saya memeriksa beberapa poin-poin penting, begitu selesai, rekan lain meneruskan pemeriksaan.

Bagaimana pendapat kawan-kawan Anda di KPK soal teror ini?
Sekarang kawan-kawan sebagian besar tahu bahwa serangan ke KPK tidak ada yang diungkap. Mereka sadar bukan hanya serangan kepada saya yang tidak diungkap. Padahal fakta dan bukti serangan kepada saya ada banyak. Begitu pun serangan ke KPK, buktinya banyak. Itu bukan serangan yang terjadi di tengah gelap sehingga tidak ada orang dan tidak ada bukti, bukan. Ini sesuatu yang sangat jelas. Jadi sangat kentara bahwa ini tidak mau diungkap. Mau dibilang apa lagi? Ini keterlaluan.

Bagaimana respon pimpinan KPK?
Pimpinan juga berupaya. Tapi pimpinan kan diancam. Apakah pimpinan enggak diancam? Diancam.

Oleh siapa?
Saya tidak pada posisi untuk membuka itu di sini. Tanya saja ke pimpinan. Kalau dia jujur, dia akan bilang diancam.

Diancam bagaimana?
Ketika bekerja pasti diancam. Termasuk terkait dengan kasus saya, pasti dia ada tekanan-tekanan, pasti begitu.






Gonjang ganjing Mahfud MD Soroti Dana Otsus Papua Rp 1.000 Triliun, Apa Masalahnya?

19 menit lalu

Gonjang ganjing Mahfud MD Soroti Dana Otsus Papua Rp 1.000 Triliun, Apa Masalahnya?

Menko Polhukam Mahfud MD mengungkapkan dana Otsus Papua sejak 2001 yang dikeluarkan pemerintah mencapai angka Rp 1.000 triliun. Apa masalahnya?


KPK Usul MA Rotasi Pegawainya Setiap Dua Tahun agar Suap Hakim Agung Tak Terulang

10 jam lalu

KPK Usul MA Rotasi Pegawainya Setiap Dua Tahun agar Suap Hakim Agung Tak Terulang

Alexander Marwata mengatakan KPK memberikan rekomendasi ke Mahkamah Agung untuk secara rutin merotasi pegawainya


KPK Keluarkan Panggilan Kedua ke Lukas Enembe, Polda Papua Siagakan 1.800 Personel

11 jam lalu

KPK Keluarkan Panggilan Kedua ke Lukas Enembe, Polda Papua Siagakan 1.800 Personel

1.800 personel polisi disiagakan mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat setelah KPK mengeluarkan panggilan kedua ke Lukas Enembe


Lukas Enembe Tak Bisa Hadiri Pemeriksaan karena Sakit, KPK: Harus Ada Dokumen Medis

12 jam lalu

Lukas Enembe Tak Bisa Hadiri Pemeriksaan karena Sakit, KPK: Harus Ada Dokumen Medis

KPK buka suara mengenai kabar Gubernur Papua Lukas Enembe tak bisa menghadiri panggilan lembaganya dengan alasan sakit pada Senin, pekan depan.


Bamsoet Dukung KPK Berantas Mafia Peradilan

12 jam lalu

Bamsoet Dukung KPK Berantas Mafia Peradilan

Seluruh pihak harus segera berbenah. Survei menunjukkan angka ketidakpuasan publik terhadap penegakan hukum di Indonesia lebih dari 50 persen.


Lukas Enembe Minta Berobat ke Singapura, KPK: Kami Periksa Dulu

13 jam lalu

Lukas Enembe Minta Berobat ke Singapura, KPK: Kami Periksa Dulu

KPK akan mempertimbangkan permintaan Gubernur Papua Lukas Enembe untuk berobat ke Singapura


Inilah Fungsi Mahkamah Agung sebagai Lembaga Peradilan Tertinggi di Indonesia

13 jam lalu

Inilah Fungsi Mahkamah Agung sebagai Lembaga Peradilan Tertinggi di Indonesia

Dari peradilan hingga pengawasan, berikut adalah fungsi-fungsi Mahkamah Agung sebagai lembaga peradilan tertinggi di Indonesia.


Inilah Syarat Menjadi Hakim Agung Karier dan Nonkarier

14 jam lalu

Inilah Syarat Menjadi Hakim Agung Karier dan Nonkarier

Untuk menjadi hakim agung terdapat dua jalur yang dapat diikuti, yaitu karier dan nonkarier. Berikut adalah persyaratannya.


5 Fakta Kasus Hakim Agung Sudrajad Dimyati yang Terjaring OTT KPK

15 jam lalu

5 Fakta Kasus Hakim Agung Sudrajad Dimyati yang Terjaring OTT KPK

Sempat tidak lolos uji kelayakan hingga memiliki total kekayaan lebih dari Rp 8 miliar, inilah 5 fakta seputar kasus Hakim Agung Sudrajad Dimyati yang terjerat OTT KPK.


Ini Catatan Merah Hakim Agung Sudrajad Dimyati Sebelum Terjaring OTT KPK

15 jam lalu

Ini Catatan Merah Hakim Agung Sudrajad Dimyati Sebelum Terjaring OTT KPK

Hakim Agung Sudrajad Dimyati pernah tidak lolos dalam uji kelayakan dan kepatutan Hakim Agung pada 2013 karena diduga terlibat dalam skandal suap.