Kubu Prabowo Pertanyakan Alasan ATC Halim Izinkan Pesawat Terbang

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana kampanye terbuka calon presiden 02, Prabowo Subianto di Kawasan Wisata Danau Cimpago, Padang, Sumatera Barat, Selasa, 2 April 2019. Istimewa.

    Suasana kampanye terbuka calon presiden 02, Prabowo Subianto di Kawasan Wisata Danau Cimpago, Padang, Sumatera Barat, Selasa, 2 April 2019. Istimewa.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sugiono bercerita soal detik-detik pesawat Calon Presiden Prabowo Subianto gagal lepas landas di Bandara Halim Perdanakusuma pada Senin, 1 April 2019. Saat itu, Sugiono bersama Prabowo akan terbang untuk kampanye terbuka di Purwokerto dan Tegal.

    Baca: Kronologi Polemik Prabowo Gagal Terbang Vs Penjelasan TNI AU

    "Pagi itu traffic Bandara Halim tidak seramai hari-hari lain. Biasanya kami harus menunggu lama untuk mendapatkan giliran take off," kata Sugiono lewat keterangan tertulis pada Jumat, 5 April 2019. "Pagi itu pesawat Pak Prabowo langsung bisa bergerak menuju ke ujung landasan pacu untuk lepas landas tanpa antrean di depannya."

    Sugiono mengatakan pesawat pun kemudian meluncur di landasan pacu. Bahkan ia merasakan pilot menambah kecepatan pertanda siap terbang. Namun, tiba-tiba, kata dia, pesawat terasa melambat dan akhirnya berhenti.

    "Saya dan Pak Prabowo saling berpandangan. Karena saya belum pernah mengalami hal tersebut saya bertanya apakah beliau pernah mengalaminya? Dalam pikiran saya mesin pesawat kami mengalami gangguan teknis atau sejenisnya," kata Sugiono.

    Prabowo, kata dia, tak menjawab pertanyaan itu. Tak lama kemudian ada pramugari yang datang dan menjelaskan duduk perkara. 

    "Saya ingin bertanya. Apakah mungkin seorang petugas ATC sebegitu cerobohnya mengosongkan sebuah pesawat untuk tinggal landas sementara saat pesawat itu berada di tengah-tengah runway tiba-tiba ada pesawat lain yang melintas di atasnya. Bukankah ini sangat berbahaya," kata Sugiono

    Pesawat yang ditumpangi calon presiden 02 Prabowo Subianto mengalami abort to take off di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Senin, 1 April lalu. Menurut informasi awal yang disampaikan mantan Kepala Staf Umum Tentara Nasional Indonesia Letnan Jenderal (purn) Johannes Suryo Prabowo, abort to take off itu terjadi lantaran ada tiga jet tempur di ujung landasan pacu atau runway.

    "Info, saat akan menuju Purwokerto (1/4) pesawat yang ditumpangi @prabowo aborted to take off karena saat akan take off di ujung runway melintas 3 jet tempur. Pengaduan resmi dan CVR akan disampaikan resmi," cuit Suryo melalui akun Twitternya, @marierteman pada Rabu, 3 April 2019.

    Kepala Penerangan Lanud Halim Perdanakusuma Letkol Sus Komarudin menolak berkomentar. Menurut dia, keterangan diberikan oleh Dinas Penerangan TNI AU.

    Namun, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama Novyan Samyoga membantah. Samyoga mengatakan pesawat Prabowo batal mengudara lantaran ada pesawat lain, yakni CN235, yang belum berbelok. "Jadi abort-nya 9HNYC karena masalah safety dan tidak ada masalah sama sekali dengan Sukhoi," kata Samyoga dalam keterangan tertulis kemarin, Kamis, 4 April 2019.

    Simak juga: Kabar Prabowo Sakit, Hashim: Saya Kira Flu Berat Saja, Tak Lebih

    Samyoga juga mengatakan abort to take off dilakukan oleh petugas senior Air Traffic Control. Ia mengatakan yang sebelumnya memperbolehkan pesawat Prabowo bersiap take off adalah petugas ATC junior.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.