BPN Jelaskan soal Prabowo Batal Terbang Karena Jet Tempur TNI AU

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana kampanye terbuka calon presiden 02, Prabowo Subianto di Kawasan Wisata Danau Cimpago, Padang, Sumatera Barat, Selasa, 2 April 2019. Istimewa.

    Suasana kampanye terbuka calon presiden 02, Prabowo Subianto di Kawasan Wisata Danau Cimpago, Padang, Sumatera Barat, Selasa, 2 April 2019. Istimewa.

    TEMPO.CO, Jakarta - Beredar informasi pesawat yang ditumpangi calon presiden 02 Prabowo Subianto dihalang-halangi oleh jet tempur di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, saat akan terbang menuju Purwokerto pada Senin, 1 April lalu. Informasi ini disampaikan oleh mantan Kepala Staf Umum Tentara Nasional Indonesia Letnan Jenderal TNI (purn) Johannes Suryo Prabowo melalui akun Twitternya, @marierteman.

    Baca: Survei: 12,8 Persen Swing Voter ke Prabowo; 11,3 Persen ke Jokowi

    "Info, saat akan menuju Purwokerto (1/4) pesawat yang ditumpangi @prabowo aborted to take off karena saat akan take off di ujung runway melintas 3 jet tempur. Pengaduan resmi dan CVR akan disampaikan resmi," cuit Suryo pada Rabu, 3 April 2019.

    Juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ferdinand Hutahaean lantas membeberkan kronologi peristiwa tersebut. Ferdinand mengatakan informasi ini berasal dari orang yang mendampingi Prabowo pada saat kejadian.

    "Pesawat yang ditumpangi Pak Prabowo sudah di landas pacu dan sudah bergerak bahkan memacu kecepatan untuk bersiap take off. Tetapi di tengah landas pacu pilot mengetahui di depan ada manuver pesawat tempur," kata Ferdinand kepada Tempo, Kamis, 4 April 2019.

    Ferdinand mengatakan hal tersebut semestinya tak terjadi lantaran Air Traffic Control (ATC) sudah melakukan clearing runway. Mengetahui adanya pesawat tempur, kata Ferdinand, pilot pun menurunkan dan menghentikan laju pesawat di landasan pacu.

    "Karena apabila itu tetap diteruskan take off maka kemungkinan besar yang terjadi adalah tabrakan pesawat," kata Ferdinand.

    Ferdinand pun mengatakan BPN menyayangkan terjadinya hal ini. Dia menilai petugas ATC gagal menjalankan tugasnya. Tak cuma itu, Ferdinand juga berujar peristiwa ini menjadi tanggung jawab Presiden Joko Widodo.

    Jokowi, kata dia, seharusnya bertanggung jawab terhadap keselamatan warga negaranya, khususnya Prabowo sebagai calon presiden. "Pemerintah telah gagal dalam hal ini," ujarnya.

    Ferdinand mengatakan Prabowo akhirnya tetap berangkat ke Purwokerto setelah tertunda lama. Pada 1 April lalu, Prabowo memang berkampanye di Purwokerto dan Tegal, Jawa Tengah.

    TNI Angkatan Udara membantah tudingan terkait jet tempur yang menghalangi pesawat calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, hingga batal terbang. Mereka menyebut jadwal penerbangan jet tempur sama sekali tidak ada kaitannya dengan pesawat yang ditumpangi Prabowo.

    "Pesawat tempur #TNIAU tidak ada hubungan sama sekali dengan jadwal 9H-NYC (pesawat Prabowo Subianto)," tulis TNI AU melalui akun Twitter resmi mereka @_TNIAU, Rabu 3 April 2019.

    Menurut TNI AU informasi tersebut tidak benar. Menurut informasi yang mereka peroleh, pesawat Prabowo gagal terbang karena terjadi kekeliruan oleh personil Air Trafic Control (ATC) yang saat itu bertugas. ATC, kata mereka, keliru memberikan izin lepas landas pada pesawat Prabowo, karena ada pesawat Wings Air yang akan mendarat.

    Simak juga: Mengukur Kekuatan Narasi Politik Jokowi Vs Prabowo

    "Kesimpulan, pesawat 9H-NYC delay take-off karena menunggu Wings Air yang sudah final approach untuk landing," kata mereka. "Jadi, pada hari Senin, 1 April 2019, tidak ada pesawat tempur yang menghalangi take-off pesawat 9H-NYC di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.