Survei: Kasus Romahurmuziy Tak Pengaruhi Elektabilitas Jokowi

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan kasus Romahurmuziy tak berpengaruh pada elektabilitas Jokowi. Dia mengatakan elektabilitas calon inkumben tersebut masih stabil dengan mengungguli elektabilitas Prabowo.

    Baca: Survei Indikator: Elektabilitas Jokowi Unggul, Tapi Belum Aman

    “Soal kasus Ketua Umum PPP, sepertinya efeknya tidak terlalu besar ke Jokowi. Karena mungkin ada disasosiasi, mantan Ketum PPP tidak langsung berhubungan dengan capres 01,” kata Burhanuddin saat memaparkan hasil survei di Kantor Indikator Politik Indonesia, Jakarta, Rabu, 3 April 2019.

    Romahurmuziy adalah mantan Ketua Umum PPP yang terkena kasus suap dugaan jual beli jabatan di Kementerian Agama. Di pilpres 2019, PPP menjadi salah satu partai pengusung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

    Berdasarkan hasil survei Indikator yang dibuat pada akhir Maret 2019, pasangan Jokowi-Ma'ruf unggul dengan 55,4 persen suara; sedangkan pasangan Prabowo-Sandiaga memperoleh suara responden sebanyak 37,4 persen.

    Meskipun demikian, Burhanuddin mengatakan, Jokowi-Ma'ruf masih belum dipastikan aman. Potensi suara swing voters atau yang belum menentukan pilihan masih bisa mengubah situasi.

    Berdasarkan hasil survei tersebut, swing voters dan yang belum menentukan pilihan diprediksi bakal menyumbang 12,8 persen suara bagi Prabowo-Sandiaga Uno. Sedangkan, pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin diprediksi menarik suara 11,3 persen dari tipe pemilih tersebut.

    “Stabilitas dukungannya menunjukan bahwa situasi yang ada hingga saat ini masih memungkinkan terjadi perubahan besar,” ujar Burhanuddin.

    Baca: Survei Indikator: PSI dan PAN Diprediksi Tak Lolos ke Parlemen

    Survei Indikator dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan 1.220 responden. Pengambilan data survei dilakukan pada 22-29 Maret 2019. Margin of error dalam survei sebesar plus-minus 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peluru Tajam di Malam Jahanam Kerusuhan 22 Mei 2019

    Dalam kerusuhan 22 Mei 2019, empat orang tewas dengan luka mirip bekas tembakan. Seseorang diduga tertembak peluru tajam.