Survei: 12,8 Persen Swing Voter ke Prabowo; 11,3 Persen ke Jokowi

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi dan Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto berjabat tangan saat debat kedua Calon Presiden 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, 17 Februari 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ekspresi Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi dan Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto berjabat tangan saat debat kedua Calon Presiden 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, 17 Februari 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Hasil survei lembaga Indikator Politik Indonesia menunjukkan Jokowi dan Prabowo memiliki peluang yang sama untuk meraup potensi suara dari swing voters dan undecided voters. Survei tersebut memprediksi suara dari kelompok swing dan undecided voters berjumlah 24,1 persen.

    Baca: Survei Indikator: Elektabilitas Jokowi Unggul, Tapi Belum Aman

    “Diperkirakan kelompok swing dan undecided voters akan terdistribusi relatif merata kepada kedua pasangan calon,” ujar Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi saat memaparkan hasil survei di kantornya, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu, 3 April 2019.

    Namun, berdasarkan hasil survei yang dilakukan Indikator, kelompok swing dan undecided voters ini lebih banyak akan tertarik memilih pasangan Prabowo-Sandiaga Uno. Sebanyak 12,8 persen responden diprediksi akan tertarik mendukung pasangan nomor urut 02 tersebut. Sementara suara ke pasangan nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf, diprediksi menarik 11,3 persen dari kelompok swing dan undecided.

    Kendati demikian, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin tetap ungul meski Prabowo-Sandi lebih potensial meraup suara swing dan undecided voters. Setelah suara swing dan undecided voters dihitung, pasangan Jokowi-Ma'ruf Aming masih tetap unggul dengan suara 57,9 persen.

    “Total elektabilitas masing-masing paslon setelah swing dan undecided diprediksi pilihannya: Jokowi-Maaruf  57,9 persen, Prabowo-Sandi 42,1 persen,” ujarnya.

    Adapun, variabel yang menentukan kelompok swing dan undecided voters ini memilih salah satunya ialah tawaran program dari masing-masing paslon di hari-hari terakhir pencoblosan. Ada juga yang dipengaruhi politik uang.

    “Ada banyak variabel. Umumnya variasi alasannya ada yang menunggu hingga detik akhir untuk mengecek program yang ditawarkan, misalnya pada sesi debat terakhir. Ada juga yang menunggu politik uang,” katanya.

    Baca: Soal Elektabilitas, Sandiaga Merasa Deja Vu Pilgub DKI 2017

    Survei tersebut dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan 1.220 responden. Pengambilan data survei dilakukan pada 22-29 Maret 2019. Margin of error dalam survei sebesar plus-munus 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.