Hasto Anggap Amien Rais Tak Akan Mampu Menggerakkan People Power

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewa Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais hadir di lokasi finish Jalan Sehat Relawan Roemah Djoeang di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 2 Februari 2019. Tempo/Budiarti Utami Putri

    Ketua Dewa Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais hadir di lokasi finish Jalan Sehat Relawan Roemah Djoeang di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 2 Februari 2019. Tempo/Budiarti Utami Putri

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menilai ancaman people power yang dilontarkan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais hanya sebatas kata. Ancaman itu, kata Hasto, tak akan bisa menggerakkan kekuatan rakyat.

    Baca: Seruan People Power Amien Rais, PDI Perjuangan Anggap Tak Pantas

    "Jadi setiap elite sebaiknya jangan terus mengancam. Kalau terus mengancam, maka dia sendiri lah yang akan berhadapan dengan kekuatan rakyat itu," ujar Hasto di kantor DPP PDIP Diponegoro, Jakarta pada Rabu, 3 April 2019.

    Sekretaris Tim Kampanye Nasional Joko Widodo - Ma'ruf Amin ini juga mengatakan, upaya delegitimasi yang dilakukan Amien justru berlawanan dengan kebijakan partainya yang turut memilih pimpinan penyelenggara pemilu.  "Jadi kontradiktif, karena Partai Gerindra dan PAN ikut memilih pimpinan KPU dan Bawaslu," ujar Hasto.

    Istilah people power dilontarkan Amien Rais pada Ahad, 31 Maret 2019 saat aksi 313 di depan kantor Komisi Pemilihan Umum, Jakarta. Aksi 313 ini digelar untuk menuntut agar KPU menjalankan pemilihan umum 17 April 2019 dengan jujur dan adil.

    Amien mengatakan memilih people power ketimbang menggugat hasil pilpres ke Mahkamah Konstitusi. Sebab, bekas Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat ini mengaku tak percaya dengan MK. "Kalau kami memiliki bukti adanya kecurangan sistematis dan masif, saya akan mengerahkan massa untuk turun ke jalan, katakanlah Monas, dan menggelar people power," kata Amien di Hotel Ayana Midplaza, Jakarta, Senin, 1 April 2019.

    Amien dan BPN Prabowo-Sandiaga tengah mempersoalkan daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019. BPN mengklaim menemukan 17,5 juta DPT bertanggal lahir sama di 1 Juli, 31 Desember, dan 1 Januari.

    BPN juga menyatakan menemukan ada sekitar 304.782 DPT berusia di atas 90 tahun, 20.475 DPT berusia di bawah 17 tahun, Kartu Keluarga manipulatif sebanyak 41.555 KK, data invalid sebanyak 18.832.149, dan data ganda sebanyak 6.169.895.

    Baca: Kata Mahfud MD Mengenai People Power Amien Rais

    Data ini telah beberapa kali dilaporkan ke KPU, terakhir pada Jumat pekan lalu, 29 Maret 2019. Amien mendesak data pemilih itu segera dibenahi. Amien juga tak menjelaskan lebih lanjut rencana aksi people power yang dia lontarkan itu. "Pokoknya tunggu dulu, jadi saya tidak berandai-andai, semoga tidak ada kecurangan," kata Amien Rais saat ditanya berapa orang yang bakal dia kerahkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.